More
    BerandaNTBLebaran 1443 H jadi Ajang Kebangkitan Ekonomi Masyarakat, Isvie Rupaeda: Tempat Wisata...

    Lebaran 1443 H jadi Ajang Kebangkitan Ekonomi Masyarakat, Isvie Rupaeda: Tempat Wisata dan Toko Kecil Menggeliat

    HarianNusa, Mataram – Setelah dua tahun lamanya, umat muslim memperingati momen hari Raya Idul Fitri di masa meningkatnya kasus pandemi Covid 19 dengan penuh keterbatasan. Maka pada lebaran tahun 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2022 ini menjadi lebaran paling dinantikan, karena pemerintah sudah membolehkan masyarakat untuk mudik lebaran dan melakukan sholat Idhul fitri dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Hal tersebut tentu disambut gembira oleh umat islam, selain bisa bersilaturahmi antar tetangga maupun keluarga, ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Karena pada moment lebaran berbagai kebutuhan baik makanan maupun pakaian baru sudah menjadi tradisi.

    “Alhamdulillah, saya pantau warga senang sekali mudik. Ini karena setelah dua tahun dilarang, tahun ini, mudik kembali diperkenankan. Tentunya, jika pulang kampung pasti bawa uang. Tidak hanya tempat wisata yang ramai, tapi toko-toko kecil di kampung juga menggeliat,” ungka Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, Senin, (9/5).

    Politisi Golkar yang mudik ke kampung halamannya di Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), tak lupa menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah kepada seluruh umat muslim, khususnya yang ada di Provinsi NTB.

    Menurut Isvie, momentum kebahagiaan bersama keluarga saat Lebaran, biasanya diikuti dengan kepedulian kepada tetangga, dengan membantu mereka yang membutuhkan.

    Karenanya, hakikat Lebaran Idul Fitri yang selalu dinantikan. Yakni, saling bersilaturahmi dan mengunjungi antar keluarga dan sahabat. Terlebih, sudah dua tahun ada kebijakan pemerintah melarang warga melakukan mudik.

    “Sekarang ini, euforia mudik sangat luar biasa di tengah-tengah masyarakat. Apalagi, orang yang mudik juga menghasilkan dampak ekonomi luar biasa di kampung halamannya. Yakni, UMKM bergeliat, warung-warung dan toko kelontong laris. Bahkan, destinasi wisata di tempat tinggalnya juga semarak. Wajar kalau kita sebut, mudik itu adalah bagian dari memulihkan ekonomi rakyat,” ujar Srikandi Udayana ini.

    Dikatakannya, dalam berbagai perjumpaan antar sesama insan, pasti ada kekurangan dan kekhilafan. Karena itu, Isvie merasa perlu menghaturkan permohonan maaf.

    Terutama kepada masyarakat, lingkungan partai hingga di lembaga DPRD NTB terkait kekurangan dalam menjalankan berbagai program kepartaian maupun saat mengawal program pembangunan.

    “Atas nama diri dan pimpinan DPRD NTB, saya memohon maaf untuk segala kekurangan dalam membantu dan mendampingi warga masyarakat. Saling memaafkan sekaligus merajut persaudaraan,” tandas Isvie Rupaeda.

    Pada moment Idhul Fitrin1443 H ini, tidak hanya toko makanan dan toko pakaian saja yang ramai, namun tempat-tempat wisata juga dipadati oleh masyarakat untuk mengisi libur lebaran. (f3)

    Ket. Foto:
    Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda. (HarianNusa)

    spot_img

    Baca Juga

    spot_img
    error: Content is protected !!