HarianNusa, Mataram — Varian baru virus influenza yang dikenal sebagai super flu dilaporkan merebak di sejumlah daerah di Indonesia dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Meski demikian, hingga awal Januari 2026, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan masih bebas dari kasus positif virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif serta langkah-langkah pencegahan guna mengantisipasi masuknya virus ke wilayah NTB.
“Kami terus melakukan monitoring dan upaya pencegahan di wilayah NTB. Sampai saat ini belum ada laporan kasus,” ujar dr. Lalu Hamzi Fikri, Selasa (6/1/2026), di Mataram.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga kini tercatat sebanyak 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Sementara itu, NTB belum mencatatkan adanya kasus serupa.
“Ada peningkatan kasus sepanjang 2025 di beberapa provinsi, seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan serta kelompok anak dan lanjut usia,” jelasnya.
Kendati belum ditemukan kasus di NTB, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Menurut dr. Lalu Hamzi, virus influenza memiliki tingkat penularan yang cepat, terlebih pada kondisi lingkungan yang kurang bersih serta perubahan cuaca yang ekstrem.
“Virus ini bisa menyerang kapan saja, apalagi jika kondisi fisik menurun, lingkungan kurang bersih, dan cuaca tidak menentu seperti sekarang,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah, untuk memutus mata rantai penularan yang berpotensi meluas dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau di kerumunan, serta menjaga jarak.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait agar terhindar dari kabar menyesatkan.
“Kerja sama semua pihak dan kesadaran masyarakat sangat penting agar virus ini tidak masuk dan menyebar di NTB,” pungkasnya. (F3)
Ket. Foto:
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri. (HarianNusa/fit)


