More
    BerandaEkonomiProduktivitas Pertanian NTB Menguat, Petani Bangkit, Indonesia Swasembada Pangan

    Produktivitas Pertanian NTB Menguat, Petani Bangkit, Indonesia Swasembada Pangan

    HarianNusa, Lombok Barat – Panen Raya Nasional Serentak di 14 provinsi menandai kebangkitan pertanian Indonesia. Momentum bersejarah ini dipusatkan di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), tempat Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual mengumumkan kembalinya Indonesia sebagai negara swasembada pangan, Rabu (7/1/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Gapoktan Berkah Subur, Dusun Sambik Rantik, dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, serta sekitar 5.000 petani dan penyuluh. Secara daring, lebih dari 2 juta petani di seluruh Indonesia mengikuti acara tersebut.

    Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif yang dimulai dari desa. “Ini bukti bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.

    Data BPS mencatat produksi beras nasional hingga Desember 2025 mencapai 34,71 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton. Sepanjang 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi maupun jagung pakan. FAO dan USDA menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peningkatan produksi tertinggi di kawasan.

    Kontribusi NTB menunjukkan tren positif. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada 2024 mencapai 123 dan diproyeksikan meningkat menjadi 128 pada 2025 serta 131 pada 2026. Peningkatan ini didorong turunnya biaya produksi, perbaikan irigasi, ketersediaan pupuk, serta optimalisasi lahan pertanian yang diperluas hingga 14 ribu hektare. “Biaya turun, air lancar, pupuk tersedia. Petani kini lebih untung,” kata Iqbal.

    Pemerintah pusat juga menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa syarat. Dampaknya, Nilai Tukar Petani nasional pada Desember 2025 mencapai 125,35. Cadangan beras Bulog tercatat tertinggi sepanjang sejarah, mencapai lebih dari 3,3 juta ton.

    Ke depan, pemerintah menetapkan hilirisasi pertanian sebagai agenda lanjutan untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan. Dari sawah-sawah NTB, pertanian Indonesia kembali menunjukkan arah kebangkitan dan kedaulatan. (F3)

    Ket. Foto:

    Panen raya di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB. (Ist)

    spot_img

    Baca Juga

    spot_img
    error: Content is protected !!