HarianNusa, Mataram – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Daerah ke V melalui (Musdalub) pada Jumat, 16 Oktober 2016 di Lombok Astoria Hotel Mataram. Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk menata kepemimpinan dan memperkuat mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Ir. H. E. Herman Khaeron, mengatakan pelaksanaan Musdalub merupakan bagian dari kesepakatan partai untuk mempercepat agenda musyawarah daerah yang sebelumnya telah dibahas dalam kongres.
“Ini adalah Musyawarah Daerah kelima Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat melalui Musdalub. Kenapa melalui Musdalub? Karena memang ada percepatan. Kami sudah sepakat dulu di dalam kongres bahwa percepatan Musda itu dalam kategori Musdalub,” ujar Herman Khaeron, di sela kegiatan Musdalub
Menurutnya, percepatan konsolidasi diperlukan agar Demokrat memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Pada periode sebelumnya, agenda musyawarah daerah mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19 dan persoalan pengambilalihan kepemimpinan partai.
Herman menjelaskan, proses Musdalub akan berlangsung melalui dua tahapan persidangan. Dalam tahapan tersebut, forum akan menyerahkan proses kepada DPP sebelum menetapkan calon Ketua DPD Demokrat NTB terpilih melalui sidang berikutnya.
Ia menegaskan, penetapan calon Ketua DPD terpilih dalam Musdalub belum serta-merta menjadikannya sebagai Ketua DPD definitif. Hasil musyawarah tersebut selanjutnya akan menjadi bahan bagi DPP untuk menentukan keputusan akhir.
Berdasarkan hasil verifikasi yang telah dilakukan, Herman memperkirakan pemilihan Ketua DPD Demokrat NTB berpotensi berlangsung secara aklamasi. “Sepertinya memang akan ada aklamasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Herman juga menyampaikan rasa syukur atas bebasnya Indra Jaya Usman (IJU) dari berbagai tuduhan yang sebelumnya dihadapinya. Ia menyebut DPP Demokrat telah melakukan klarifikasi dan memulihkan harkat serta kehormatan yang bersangkutan sebagai kader partai.
Herman juga menyampaikan apresiasi kepada Plt DPD Demokrat NTB Si Made Rai Edi Astawa yang tidak kembali maju sebagai Ketua DPD Demokrat NTB. Dengan demikian, proses pergantian kepemimpinan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan menyatukan kembali seluruh elemen partai.
Menurut Herman, pekerjaan utama Demokrat saat ini adalah membangun kekuatan organisasi hingga tingkat anak ranting, meningkatkan kapasitas kader, serta memperbesar kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ia menilai, upaya mengembalikan kejayaan Demokrat di NTB harus dimulai sejak sekarang melalui penguatan struktur, penyerapan aspirasi, dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Spirit ini dibangun dari mulai sekarang, dengan membangun struktur sampai tingkat anak ranting, terus mengeratkan diri, menyolidkan seluruh kader, meningkatkan kemampuan, dan meningkatkan peran-peran terhadap rakyat, membantu masyarakat, menyerap aspirasi, dan tentu menjadi solusi bagi rakyat,” tegasnya.
Herman mengungkapkan, Demokrat memiliki target untuk kembali meningkatkan perolehan kursi legislatif di NTB. Salah satu sasaran yang disebutnya adalah meraih minimal dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan NTB pada Pemilu 2029.
Ia menilai target tersebut bukan sesuatu yang berada di luar pengalaman politik Demokrat. Herman mengingatkan bahwa partainya pernah meraih tiga kursi DPR RI pada Pemilu 2009 serta delapan kursi DPRD.
“Kalau kami keinginan bahwa minimal dua kursi ke DPR RI, itu hal yang biasa. Kami pernah tiga kursi 2009, kami pernah delapan kursi di DPRD,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap semangat untuk mengembalikan capaian tersebut dapat menjadi dorongan bagi seluruh kader untuk bekerja lebih terarah dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Herman menekankan, pencapaian target politik tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Kader juga harus mampu menunjukkan keberpihakan melalui kerja nyata, membantu masyarakat, dan menjalankan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Terkait kemungkinan arah politik Demokrat pada Pemilihan Gubernur NTB mendatang, Herman menegaskan bahwa partainya belum membahas pencalonan untuk posisi NTB 1 maupun agenda Pilpres.
Menurutnya, pembahasan mengenai Pilkada NTB masih terlalu dini. Demokrat saat ini memilih memusatkan perhatian pada konsolidasi internal dan pembentukan kekuatan organisasi sebagai fondasi menghadapi agenda politik nasional berikutnya.
“Kami belum berbicara itu. Kami belum berbicara Pilpres, belum berbicara NTB 1. Pilkada itu 2031, jadi masih lama sekali. Undang-undangnya saja masih belum dibahas,” katanya.
Ia menambahkan, Demokrat tidak ingin mendahului proses dan keputusan yang belum waktunya ditetapkan. Termasuk dalam Musdalub Demokrat NTB, keputusan mengenai sosok yang akan diusulkan menjadi Ketua DPD tetap menunggu hasil persidangan dan mekanisme penetapan di tingkat DPP.
“Kita lihat saja nanti setelah sidang kedua, siapa yang akan ditetapkan dalam sidang Musda ini, menjadi sosok yang diusulkan menjadi Ketua DPD yang nanti akan ditetapkan salah satunya oleh Ketua Umum,” pungkas Herman.
Sebelumnya, Ketua Panitia Musda V Demokrat NTB, Andi Mardan, menyampaikan kegiatan Musda sesuai dengan AD/ART partai, Pasal 100 dan Pasal 89, tentang Musda dan Musyawarah Luar Biasa
Musda V ini juga berdasarkan keputusan DPP dengan Nomor 75/DPP PD/X/2026 tentang Penetapan Jadwal Musyawarah Daerah V.
“Kegiatan Musda V melalui Musdalub Partai Demokrat ini mengusung tema Rapatkan Barisan, Rapikan Disiplin Organisasi,” jelasnya.
Ketua Plt. Demokrat NTB, Si Made Rai Edi Astawa, menegaskan Musda V bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum memperkuat organisasi dan membawa partai semakin maju.
Ia berharap Musda melahirkan semangat baru serta memperkuat konsolidasi hingga tingkat ranting dan akar rumput agar Demokrat semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat. (F*)
Ket. Foto:
Kegiatan Musdalub DPD Partai Demokrat NTB. (Ist)


