HarianNusa.com, Mataram – Ketidakhadiran paslon Suhaili-Amin dalam acara deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara yang diselenggarakan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan Juru bicara (Jubir) Ahyar-Mori.
Jubir Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Ahyar-Mori, Suaeb Qury menyoroti ketidak hadiran paslon Suhaili-Amin pada saat deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara yang diadakan Bawaslu NTB, Rabu (14/2).
Suaeb menilai pasangan Suhaili – Amin tidak solid. Ini ditunjukkan dengan ketidak hadiran salah satu dari paslon tersebut pada acara deklarasi ini.
“Seharusnya pasangan Suhaili-Amin bersikap solid dengan hadir dalam acara deklarasi ini, tapi kan mereka tidak datang, ini berarti kan tidak solid,” katanya.
Menurutnya sebagai salah satu kandidat paslon gubernur dan wakil gubernur NTB Suhaili-Amin seharusnya mereka hadir dalam acara deklarasi yang digelar KPU NTB apalagi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pilkada di NTB.
Sementara saat disinggung ketidak hadiran calon gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh, Suaeb mengatakan bahwa saat ini Ahyar sedang berada di luar daerah sehingga kehadirannya di Bawaslu diwakili oleh calon wakilnya, Mori Hanafi.
“Kan sudah ada pak Mori Hanafi yang datang, setidaknya ada calon wakil gubernur yang hadir,” pungkasnya.
Memang diketahui bahwa hanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB Suhaili-Amin yang tampak tidak hadir pada acara deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara di Bawaslu, sementara paslon Zulkiflimansyah-Siti Rohmi Djalilah hadir bersama, paslon Ali-Sakti diwakili Gede Sakti, paslon Ahyar-Mori diwakili Mori Hanafi. (f3)


