DPRD Himbau Masyarakat Tidak Membeli Produk Mi yang Mengandung Babi

53
TGH Hazmi Hamzar
TGH Hazmi Hamzar

HarianNusa.com, Mataram – Sekretaris Komisi V DPRD NTB M. Hadi Sulthon meminta masyarakat tidak lagi membeli produk mi yang positif mengandung DNA babi. Rabu, (20/6).

Sulthon mengaku terkejut dengan informasi beredarnya beberapa produk mi instan asal Korea Selatan yang positif mengandung DNA Babi juga beredar di NTB. Oleh karenanya, ia selaku wakil rakyat menghimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli produk makanan, dalam hal ini mi instan.

“Lebih baik beli produk nasional aja. Ini kan bahaya apa lagi bulan puasa,” ujarnya.

Selain menghimbau masyarakat untuk tidak membeli produk mi instan yang positif mengandung babi. Sulthon juga mengecam importir yang mengedarkan produk mi tersebut ke Indonesia. Ia juga meminta kepada Pemerintah untuk menindak tegas perusahaan yang masih menjual produk haram tersebut setelah BPOM mengeluarkan surat edaran.

Selain Sulthon, wakil rakyat provinsi NTB lainnya, TGH. Hazmi Hamzar juga meminta Pemerintah agar menerjemahkan tulisan berbahasa asing dikemasan produk makanan yang dijual di Indonesia. Karena dengan begitu, masyarakat jadi bisa membaca apa saja kandungan yang terdapat di dalam makanan tersebut.

Hal itu disampaikan Hamzar dengan menuturkan pengalaman salah seorang temannya yang nyaris membeli makanan haram di salah satu swalayan, untungnya, temannya tersebut bisa membaca tulisan asing yang tertera di dalam kemasan sehingga mengurungkan niatnya membeli.

“Seluruh makanan dari luar diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia apakah ini halal atau tidak. Karena makanan yang dari luar ke dalam itu kita tidak tahu,” ujarnya.

Terlepas dari itu, ia menghimbau agar masyarakat lebih teliti dalam membeli makanan apapun. Dengan tetap mengutamakan makanan yang pasti halal. (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online