Setelah “Ndeso” Kini Viral #GawahKLU, Pengunggah Status Minta Maaf

380
Permohonan maaf Baiq Fatmah yang menuliskan status #GawahKLU. (facebook/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Masih ingat dengan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep? Dia pernah dilaporkan karena menyebut “ndeso” dalam vlog yang diunggahnya pada youtube. Kalimat yang memiliki arti “kampungan” tersebut dinilai bernada melecehkan.

Tidak hanya Kaesang, di Lombok sendiri juga mengalami kejadian serupa. Seorang warga Lombok, Baiq Fatmah (26) mengunggah fotonya di akun facebooknya berlatar mobil dinas Bupati KLU. Foto tersebut disertai keterangan bertulis “Foto dikit boleh lah ya. #GawahKLU”.

Hashtag #GawahKLU tersebut dinilai melecehkan warga KLU. Sontak saja masyarakat KLU ramai-ramai memviralkan pernyataan gadis kelahiran Mekkah tersebut. Gawah memiliki arti kampungan, sehingga status tersebut membuat banyak pihak marah.

Postingan berhashtag gawahklu dibagikan banyak orang. (facebook/hariannusa.com)

Kecaman yang datang dari banyak orang membuat gadis tersebut menyadari kesalahannya. Ia pun meminta maaf melalui status facebooknya dan group-group warga KLU.

Dia secara resmi mengunggah surat permohonan maafnya bermatrai 6000. Dalam surat tersebut terdapat tiga poin permohonan maafnya pada warga KLU. Berikut tiga poin permohonan maafnya:

  1. Saya sangat menyesal atas hashtag (#) GAWAHKLU disertai foto pada status yang saya buat di facebook
  2. Sesungguhnya tidak ada terlintas sedikitpun niat saya untuk menyinggung atau melecehkan masyarakat/warga KLU atas status yang saya buat di facebook tersebut, tetapi maksud sebenarnya dari hashtag (#) tersebut adalah saya yang gawah merasa berbangga diri bisa berfoto di mobil dinas DR 1 GU dari sekian teman-teman yang orientasi di RSUD KLU
  3. Atas kegabahan saya terhadap semua itu sehingga menyebabkan masyarakat atau warga KLU tersinggung maka dengan ini saya menyampaikan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua tokoh agama, tokoh budaya/adat, tokoh masyarakat dan seluruh warga/ masyarakat Lombok Utara.

Permintaan maafnya pun dibanjir komentar pro-kontra, ada yang memaafkannya ada pula yang menghujat atas statusnya tersebut.

“Marak dengan siq rugi lalok si kata gawah nu batur-batur ni (kayak orang rugi aja dari kata ‘kampungan” itu teman-teman ini,” tulis akun Del Ba yang memaafkan gadis tersebut.

“Bukan masalah rugi dan tidak rugi, harga diri dong, lebih parahnya yang ngomong itu orang Lombok juga,” bantahan akun dengan nama Isnavysealilingo.

Hingga saat ini status permohonan maaf gadis cantik tersebut masih dihujani komentar warganet. Pro-kontra juga mewarnai kolom komentar permohonan maafnya. (sat)