fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Januari 24, 2021
Update Covid-19 Indonesia
977,474
Total Kasus
Updated on 23/01/2021 11:29 pm
Beranda Hukum & Kriminal Alasan Malu, Wanita di Gunung Sari Kubur Hidup-Hidup Bayinya

Alasan Malu, Wanita di Gunung Sari Kubur Hidup-Hidup Bayinya

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Kasus bayi yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terkubur di belakang rumah salah seorang warga di Dusun Gubuk Baru, Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat akhirnya terkuak. Pelaku yang mengubur bayi tersebut hidup-hidup adalah ibu kandungnya sendiri berinisial NH (47).

Jenazah bayi ditemukan warga di belakang rumah salah seorang warga sekitar pukul 07.30 Wita, Senin (21/8). Kronologis penemuan tersebut berdasarkan keterangan Kapolsek Gunung Sari, AKP Hari Priono, bahwa sekitar pukul 18.00 Wita, Minggu (20/8), warga merasa curiga atas bau busuk dari belakang rumah salah seorang warga.

“Pagi harinya warga menggali sumber bau tersebut. Ternyata yang terkubur orok bayi. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut pada Bhabinkamtibmas Penimbung dan selanjutnya dilaporkan pada Polsek Gunung Sari,” ujarnya.

- Advertisement -

Terungkapnya pelaku yang menguburkan bayi tersebut lantara NH saat pulang merantau dari Qatar dalam keadaan hamil, sehingga dengan cepat dicurigai sebagai otak dari aksi keji tersebut.

Saat polisi melakukan penyidikan, ternyata NH sedang dirawat di RSUP NTB. NH dioperasi lantaran mengalami pendarahan pasca melahirkan. Polisi yang mengintrogasi NH akhirnya menemukan jawaban kasus tersebut. NH tega menguburkan bayinya hidup-hidup lantaran merasa malu melahirkan seorang anak tanpa ayah. Pasalnya, dia hamil sejak berada di rantauan. Terlebih lagi statusnya adalah janda.

“Dia mengaku melakukan aksi tersebut lantaran malu statusnya sebagai janda. Dia melahirkan tanpa bantuan siapapun, kemudian usai melahirkan dia langsung mengubur bayinya,” ungkap AKP Hari Priono.

Mayat bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan panjang 51 cm dan berat 2,1 kg. Sementara ibu dari bayi tersebut masih dirawat di RSUP NTB dan bersiap untuk diproses hukum saat sembuh nanti. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Persediaan Pupuk di NTB Aman hingga 2,5 Bulan Kedepan

HarianNusa.com, Mataram - Persediaan pupuk di Nusa Tenggara Barat hingga 2,5 bulan ke depan sangat aman. Hal tersebut ditegaskan Superintendent Kantor Pemasaran Pupuk Kaltim...

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Unram Kembali Terapkan WFH

HarianNusa.com, Mataram - Universitas Mataram (Unram) kembali memberlakukan penyesuaian sistem kerja untuk mengantisipasi meningkatnya penyebaran Covid-19. Dimana hal tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) terbaru...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia