Pemerkosa Gadis Sesaot Mengaku Menyamar Jadi Polisi Agar Cinta Diterima

574
Pelaku diduga memperkosa korban dengan modus menyamar jadi Brimob. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – HR alias ISM (35) asal Desa Mantang, Lombong Tengah diringkus polisi atas dugaan kasus pemerkosaannya terhadap gadis asal Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Aksi bejad pelaku dilakukan di sebuah hotel di Desa Suranadi, Narmada, Sabtu (26/8) lalu.

Korban berinisial WH (21) mengalami pendarahan akibat berhubungan intim dengan pelaku. Namun bukannya bertanggungjawab, pelaku meninggalkan korban di RS Awet Muda Narmada dan membawa HP milik korban. Pelaku kemudian kabur ke Sumbawa di rumah istri pertamanya.

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK, mengatakan saat ini pihak kepolisian masih menunggu hasil visum terhadap korban.

“Kita masih menunggu keluarnya hasil visum terhadap korban,” ujarnya dalam press release di Mapolres Mataram, Senin (28/8).

Sementara barang bukti yang berhasil disita polisi, yaitu beberapa pakaian dalam milik korban di mana terdapat bukti sperma pelaku yang menempel. Polisi juga mengamankan HP milik korban yang sempat dibawa pelaku.

Pelaku ditangkap sekitar pukul 03.00 Wita, Sabtu (26/7) di rumah orang tuanya di Desa Berora, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Penangkapan dilakukan Tim Sat Brimob Polda NTB. Pelaku kemudian dibawa ke Mataram.

Sementara pelaku melancarkan aksinya dengan menyamar sebagai Brimob yang bertugas di Sumbawa. Pelaku mengaku sengaja menjadi polisi gadungan agar cintanya diterima korban.

“Karena ada teman yang mengatakan kalau seorang lelaki tidak berbaju coklat (polisi) dia tidak akan mau,” ujar pelaku ditanya wartawan.

Pelaku yang berprofesi sebagai petani ini memiliki seorang istri dan satu orang anak. Dia mengaku hubungannya dengan korban telah disetujui istrinya. Dia mengatakan saat kejadian dia tidak meninggalkan korban, namun pergi untuk mencari uang untuk perawatan korban di rumah sakit.

“Karena saya tidak memiliki dana, karena saat saya tahu dia pendarahan biayanya kan besar. Jadi saya sempat pulang ke rumah orang tua saya di Lombok Tengah… Saat saya telpon orang tuanya (korban) ternyata dia sudah tahu anaknya di rumah sakit, akhirnya saya pergi ke Sumbawa untuk mencari dana,” paparnya.

Pelaku mengaku hendak menjual padi di Sumbawa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia mengaku hendak menikahi korbannya. (sat)