fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Desember 3, 2020
Update Covid-19 Indonesia
549,508
Total Kasus
Updated on 02/12/2020 7:18 pm
Beranda Kota Mataram Bully Billa, Malam Nanti Tayang Perdana di Taman Budaya Mataram

Bully Billa, Malam Nanti Tayang Perdana di Taman Budaya Mataram

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Sebuah film web series berjudul Bully Billa akan diputar perdana malam nanti, Rabu (30/8). Film yang disutradarai Trish Pradana mengisahkan tentang intrik dalam remaja SMA yang rentan dengan tindakan pembulian.

Film tersebut akan diputar pukul 19.30 Wita di Taman Budaya Mataram. Di mana dalam film tersebut mengisahkan seorang remaja yang menjadi korban pembulian berusaha untuk mempertahankan diri agar tidak dibully.

“Film ini menceritakan tentang intrik dalam remaja SMA, terutama tentang permasalahan pembulian. Di sini setiap orang pasti punya trauma terhadap pembulian jika menjadi korban, tapi di film ini meskipun kita menyampaikan jangan membuli tetap saja ada unsur hiburan. Kebetulan ada intrik-intrik menarik dan kejutan yang layak ditonton,” ujar sutradara sekaligus penulis skenario, Trish Pradana.

- Advertisement -

Film yang memiliki pesan moral untuk tidak melakukan pembulian menjadi menarik ditonton, pasalnya, pembulian belakangan ini marak sekali terjadi. Dampak pembulian dapat mempengaruhi masa depan korbannya.

“Pesan moral jangan membuli karena yang diserang mental. Kita tidak tahu, setiap orang punya ketahanan mental sendiri dan akan mempengaruhi masa depannya. Di film ini orang yang dibuli memiliki trauma, dan dia menggunakan berbagai cara agar tidak dibuli, itu tempat menariknya,” jelasnya.

Film tersebut mengambil lokasi syuting di SMA 5 Mataram, bahkan sebagian besar pemainnya merupakan pelajar di sekolah tersebut.

Film tersebut merupakan web series yang memiliki empat episode. Nantinya film yang berdurasi 24 menit tersebut akan diupload ke laman berbagi youtube.

Sementara seorang pemeran film yang melakoni tokoh antagonis, Baiq Amitha Arumsari, mengatakan akan berperan sebagai Silla di film tersebut. Ia akan berperan sebagai tukang bully yang menyasar korbannya.

“Saya berperan sebagai Silla. Dia tokoh yang penakut, tapi untuk mempertahankan diri maka dia membuli orang,” ujarnya.

Mahasiswi semester akhir Fakultas Hukum Unram ini mengatakan cukup sulit berperan sebagai tokoh antagonis. Namun karena rutinitas berlatih maka ia terlatih berperan sebagai tukang bully.

“Susah juga, karena di kehidupan sehari-hari kan gak pernah jadi antagonis. Tapi sekarang mengalir seperti air,” ujarnya.

Arum sapaan akrabnya, mengatakan ada korelasi film tersebut dengan kehidupan sehari-harinya. Dia mengatakan saat SD dulu ia menjadi korban bully kakak kelasnya. Hal tersebut mempengaruhi masa depannya, sehingga saat SMP ia justru kerap membuli temannya.

“Saya juga termasuk korban pembulian waktu SD, jadi hampir sama kayak kehidupan asli saya. Kayak korban pembulian mempertahankan dirinya. Dulu saya juga dibuli waktu jadi murid baru di SD. Pas SMP saya bully orang,” bebernya.

Malam nanti jumlah kursi yang akan disiapkan sebanyak 265 kursi. Film tersebut merupakan film non industri dengan harga tiket gratis bagi masyarakat umum. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...

UMP NTB 2021 Ditetapkan, Ini Besaran Nilainya

HarianNusa.com, Mataram - Dewan Pengupahan Provinsi NTB akhirnya menetapkan Upah Minimum (UMP) untuk Tahun 2021. Berdasarkan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang dilaksanakan pada...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia