Aksi Bakar Keranda Warnai Demo Kasus K2 di Polda NTB

85
Demo kasus CPNS K2 Dompu diwarnai aksi bakar keranda. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Aksi demonstrasi menuntut polisi segera menuntaskan kasus CPNS K2 Dompu kembali digelar. Pagi tadi, Senin (11/9) puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) NTB mendatangi Mapolda NTB.

Massa datang dengan membawa keranda hitam bersimbol matinya hukum dan keadilan di NTB. Dalam orasinya, massa menuntut Polda NTB segera melakukan penahanan terhadap Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin, Staf BKD Dompu, Staf BKN Regional X Denpasar dan mantan Kepala BKN Dompu. Massa khawatir semua yang ditetapkan tersangka akan menghilangkan barang bukti.

“Penanganan kasus perekrutan CPNS K2 Dompu yang lamban dan berliku-liku mencerminkan upaya yang dilakukan       Polda NTB dan Kejati NTB terlihat kurang serius dalam menyelesaikan kasus hukum perekrutan CPNS K2 Dompu,” ujar Korlap Aksi, Arif Budi Santoso.

Massa menduga penguluran waktu proses hukum terhadap kasus tersebut merupakan kesengajaan agar proses kasus tersebut dapat dihentikan. Pasalnya penyidik menyerahkan berkas perkara ke Kejati NTB tidak secara menyeluruh, melainkan bertahap satu per satu. Hal ini dikhawatirkan massa jika kasus tersebut akan berhenti di tengah jalan.

Massa juga menuntut Kejati NTB untuk berhenti mengulur waktu terhadap penanganan kasus tersebut. Menurut massa aksi, lamanya kasus tersebut di-P21 oleh Kejaksaan merupakan proses mengulur waktu kasus CPNS K2 Dompu.

Di akhir unjukrasa, massa membakar keranda hitam yang dibawanya. Dengan cepat api melahap keranda. Tampak kepulan asap hitam membumbung ke udara. Massa kemudian meninggalkan Polda NTB usai menggelar aksinya. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online