fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Januari 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
896,642
Total Kasus
Updated on 17/01/2021 2:22 am
Beranda Hukum & Kriminal Dua Kurir Tramadol di Gomong Dipulangkan

Dua Kurir Tramadol di Gomong Dipulangkan

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Dua kurir yang hendak mengedarkan Tramadol di wilayah Gomong, Kota Mataram dipulangkan polisi. Keduanya berinisial DS (24) asal Lingkungan Kemasan, Kelurahan Monjok, Kota Mataram dan MRH (25) asal Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sebelumnya, Team Resmob 701 Reskrim Polres Mataram menggagalkan ribuan strip Tramadol yang hendak dibawa ke Gomong, Kota Mataram, Selasa (12/9). Sebanyak dua dus yang berisi Tramadol diamankan polisi beserta dua pelaku yang menjadi kurirnya. Obat terlarang tersebut diamankan polisi sesaat setelah pelaku mengambilnya melalui Kantor JNE Express Mataram di Karang Sukun.

Ditemukan dua dus berisi Tramadol berjumlah 2.520 strip yang masing-masing strip berisi 10 butir, sehingga total Tramadol berjumlah 25.200 butir.

- Advertisement -

Keduanya kini telah kembali di rumah masing-masing. Sementara Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK yang dihubungi terkait dilepasnya kedua kurir Tramadol tersebut, mengatakan keduanya dipulangkan bukan berarti lepas dari jeratan hukum, melainkan polisi masih mendalami kasus tersebut.

Baca: Polres Mataram Gagalkan Pengiriman Ribuan Tramadol ke Gomong

“Untuk yang obat-obatan jenis Tramadol, kita berkomitmen untuk tetap melakukan proses pemeriksaan, kita tetap melakukan proses penyidikan. Untuk pelaku memang belum kita lakukan penahanan, tapi tetap kita lakukan proses pemeriksaan,” ujarnya JUmat (15/9).

Siang ini Polres Mataram akan berkoordinasi dengan BPPOM dan Kejaksaan untuk penyidikan kasus tersebut. Polisi belum menetapkan keduanya sebagai tersangka, sehingga kini kedua pelaku dengan bebas dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Kita belum menetapkan tersangka, jadi yang bersangkutan itu sementara kita kenakan wajib lapor,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku sebelumnya, ribuan Tramadol tersebut kerap dibawa ke Gomong untuk diedarkan pada pengecer, kemudian pengecer edarkan pada pembeli. Sebanyak 4-5 kali pelaku mengirim Tramadol tersebut.

“Kita ini mencari pembuktian, memang dari pengakuan adalah petunjuk membuktikan yang bersangkutan sudah menjual pada pihak lain. Niatnya sudah ada, tapi yang menerima kita belum tahu akan kita kembangkan,” jelasnya. (sat)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Potensi Tsunami di Asia, NTB Diperingati Waspada

Berita ini telah diklarifikasi BMKG NTB HarianNusa.com, Mataram – Berdasarkan hasil prediksi skala Asia, di penghujung tahun 2017 akan berpotensi gempa bumi berkekuatan besar dan...

Ratusan Homestay di NTB Siap Disewa Tamu Moto-GP 2021

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia