Penertiban Kawasan TNGR Lancar, Warga Ikuti Program Kemitraan

96
Ratusan personel gabungan melakukan penertiban kawasan TNGR. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Bangunan milik warga di Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur digusur ratusan personel gabungan, Sabtu (16/9). Penertiban tersebut karena pihak TNGR menganggap lahan yang dikuasai masyarakat masuk pada Kawasan Hutan TNGR.

Dala penertiban tersebut melibatkan 550 personel Polri, 50 personel TNI dan 100 petugas TNGR. Penertiban mulai dilaksanakan pukul 09.30 Wita kemarin.

Sempat terjadi kericuhan akibat penggusuran tersebut. Puluhan warga khususnya perempuan dan anak-anak menghadap petugas yang melakukan eksekusi. Warga menganggap tanah tersebut merupakan tanah adat karena telah digarap sejak zaman dulu.

Enam orang warga yang dianggap pemicu keributan ditangkap polisi. Keenamnya diamankan untuk didata kemudian dilepas kembali.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan, kegiatan tersebut didahului dengan dikerahkan Pleton Polwan dalam melaksanakan pengendalian massa dengan cara humanis.

“Polwan mengimbau warga yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak dengan cara humanis. Kemudian Karo Ops Polda NTB melakukan negosiasi pada warga yang menolak penertiban,” ujarnya, Minggu, (17/9).

Setelah cukup lama bernegosiasi, polisi kemudian penertiban bangunan. Puluhan bangunan milik warga dirobohkan oleh personel gabungan.

“Warga yang menempati lahan menuliskan surat pernyataan yang mengakui tanah tersebut masuk pada kawasan TNGR. Kemudian dilanjutkan dengan pendataan terhadap masyarakat yang telah lama menggarap lahan tersebut untuk dijadikan kemitraan TNGR,” jelasnya.

Program kemitraan TNGR merupakan program yang diberikan pada masyarakat untuk dapat menempati lahan tersebut dengan syarat mengakui bahwa lahan tersebut merupakan lahan milik TNGR.

“Saat penertiban memang benar ada enam warga ditangkap untuk diamankan dan dimintai keterangan. Selanjutnya sudah dipulangkan,” paparnya. (sat)