Lantaran Sering Keluar Malam, Kakek ini Dituduh Dukun Santet

232
Polisi mengevakuasi korban dan mengamankan massa. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Puluhan warga Desa Kiantar, Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat mengepung rumah Amaq Pesah (70), Kamis (21/9). Warga menuduh Amaq Pesah merupakan seorang dukun santet.

Kecurigaan warga terhadapnya lantaran warga kerap kali memergoki Amaq Pesah sedang keluar malam dan pergi di dekat rumah warga yang sakit. Setelah beberapa lama di pekarangan warga yang tengah sakit, Amaq Pesah kemudian kembali ke rumahnya.

Warga pun menduga bahwa kakek tersebut merupakan dukun santet yang mengancam nyawa masyarakat desa. Malam kemarin puluhan warga berbondong-bondong mendatangi rumah Amaq Pesah di Dusun Aik Tiris.

Beruntung kabar rumah miliknya akan didatangi warga membuat Amaq Pesah beserta istri dan anaknya melarikan diri. Kepala Dusun setempat juga menghubungi Polsek Seteluk untuk mencegah warga bertindak anarkis.

Betul saja, begitu warga sampai di rumah Amaq Pesah, warga melempari rumah tersebut menggunakan batu. Polisi yang datang kemudian segera menenangkan massa.

Amaq Pesah beserta keluarganya berhasil dievakuasi polisi menuju Polsek Seteluk. Kapolsek Seteluk, Iptu Meivito Wicaksono mengerahkan anggota mengamankan rumah korban. Sementara perwakilan warga dan Amaq Pesah dimediasikan di kantor polisi.

“Kita akan tetap siagakan anggota di dusun tersebut hingga betul-betul kondusif,” ujarnya.

Kapolsek mengimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi atas kabar dukun santet tersebut.

Sementara guna mengantisipasi terjadinya main hakim sendiri, sekitar pukul 02.00 Wita dini hari kemarin, Amaq Pesah beserta keluarga dievakuasi ke Polres Sumbawa Barat. Putranya yang masih duduk di bangku SMA terpaksa diungsikan di rumah bibinya di dusun tersebut agar tetap dapat bersekolah. (sat)

iklanMaulid Fraksi PKS 2017