SAR Mataram Pantau Pengungsi Gunung Agung di Lombok Barat

35
Tim SAR Mataram sambangi pengungsi erupsi Gunung Agung di Lombok Barat untuk periksa kesehatan. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Gunung Agung di Karangasem Bali yang berstatus awas membuat peningkatan jumlah pengungsi bertambah. Selain di Bali, gelombang pengungsi juga menuju ke Lombok Barat. Hal tersebut membuat instansi terkait di NTB bergerak cepat mengakomodir kebutuhan pengungsi.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Mataram, Putu Arga Sujarwadi terjun langsung memantau kondisi pengungsi erupsi Gunung Agung yang berada di wilayah Lombok Barat, Senin (2/10).

Sebelumnya, informasi keberadaan pengungsi erupsi Gunung Agung di wilayah Lombok Barat diterima Kantor SAR Mataram berdasarkan laporan dari BPBD Lombok Barat. Sebagian besar para pengungsi yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Karangasem ini tinggal di rumah keluarga mereka di Lombok Barat.

Putu Arga Sujarwadi bersama Tim Rescue Kantor SAR Mataram terus melakukan koordinasi dengan mendatangi pihak terkait seperti BPBD Lombok Barat, Kantor Desa Kuripan Sedayu dan lainnya untuk mencari informasi mengenai keberadaan dan jumlah pengungsi.

Setelah mendapatkan informasi, Tim Rescue mendatangi langsung di beberapa lokasi di mana pengungsi berada. Hal tersebut untuk melakukan pemantauan dengan tujuan mendata dan memberikan bantuan medis bagi yang membutuhkan.

“Peninjauan lokasi tersebut untuk melakukan pendataan jumlah pengungsi, sekaligus memberikan bantuan medis bagi pengungsi erupsi Gunung Agung,” ujar Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, Rabu (4/10).

Sementara data jumlah pengungsi yang berhasil dihimpun di lapangan, antara lain 39 orang di Dusun Melase, 27 orang di Dusun Batu Layar Selatan, 28 orang di Dusun Pelempat Meninting, 6 orang di Desa Jagaraga Induk, 7 orang di Fesa Jagaraga Indah dan 6 orang di Desa Buwun Sejati.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali menetapkan 27 desa dari 78 desa yang terdapat di Kabupaten Karangasem berada dalam radius berbahaya letusan Gunung Agung yang berpotensi terkena awan panas dan lahar.

Dampak dari penetapan status 27 desa dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), Basarnas Kantor SAR Denpasar, TNI, Polri dan instansi/potensi SAR terkait mengevakuasi warga di 27 desa tersebut di sejumlah titik pengungsian yang berada di wilayah Provinsi Bali. Titik pengungsian seperti di Kabupaten Klungkung, Gianyar, Buleleng dan wilayah lain.

Tidak sedikit juga warga lebih memilih mengungsi di rumah keluarganya yang berada di luar KRB, bahkan sampai mengungsi ke rumah keluarga mereka yang berada di wilayah Lombok Barat NTB. (sat)