Pembunuh Seorang Wanita di Lombok Utara Terungkap Lewat SMS

782
Pelaku saat digiring menuju Mapolsek Bayan. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Lombok Utara – Misteri mayat yang ditemukan di Dusun Lendang Gagak, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Lombok Utara akhirnya terkuak. Mayat berjenis kelamin wanita yang ditemukan diidentifikasi bernama Sahram (35), warga Dusun Lendang Cempaka, Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

Mayat tersebut sebelumnya ditemukan pada 5 Oktober 2017. Polisi kemudian melakukan olah TKP untuk mengidentifikasi korban, sehingga menemukan nama dan alamat korban. Polisi pun memeriksa keluarga korban untuk mengungkap pembunuhan tersebut.

Menurut pengakuan adik korban, Sahriani, ada orang tak dikenal yang mengirim pesan singkat melalui HP miliknya yang mengaku dia sebagai Sahram, kakaknya. Pada SMS tersebut mengatakan bahwa Sahram saat ini ada di Gili dan besok akan ke Bali untuk bekerja mengikuti bosnya. Saat itu Sahriani percaya bahwa itu SMS dari kakaknya. Namun setelah mengetahui kakaknya tewas, ia menjadi curiga dengan SMS tersebut.

Ternyata, yang mengirim pesan pada Sahriani merupakan terduga pelaku pembunuhan berinisial SS (35) asal Dusun Lendang Jelati, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan. Pria yang berprofesi sebagai tani tersebut diduga kuat mengirim SMS pada Sahriani usai membunuh kakaknya.

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih mendalam melalui nomor HP tersebut, diketahui keberadaan diduga pelaku SS” ungkap Kapolesek Bayan, Iptu I Made Sukadana SH, Minggu (8/10).

Polisi pun melakukan penangkapan terhadap SS pada Minggu (8/10) kemarin. Ia ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Saat digeledah di rumahnya, pelaku tak juga mengakui perbuatannya. Polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap rumah pelaku.

Hasil pemeriksaan, polisi menemukan HP milik korban Sahram dan kartu sim yang digunakan pelaku untuk mengirim SMS pada adik korban. Polisi juga menemukan barang-barang milik korban seperti satu celana Jins warna abu corak biru, satu baju lengan panjang warna hitam merek Apple, satu jaket warna hitam merek Tailored, satu buah BH warna coklat, satu lipstick warna merah dan satu buah anting dengan mata warna merah.

Pelaku pun akhirnya mengakui perbuatannya membunuh korban. Ia kemudian dibawa menuju Mapolsek Bayan.

Belakangan diketahui korban dibunuh karena mengandung anak dari SS. Karena takut bertanggungjawab, SS membawa korban ke lokasi dan membunuh korban. Kepala korban dipukul dengan batu berkali-kali hingga mengakibatkan korban meninggal. Bahkan pelaku menggali tanah dengan tangannya untuk menguburkan jasad korban.

Hal ini juga dibenarkan oleh keluarga korban. Menurutnya, korban saat itu tengah mengandung, namun tidak diketahui siapa yang menghamili korban. (sat)

iklan[/caption]</div>        </div>


        <footer>
                        
            <div class=