fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Oktober 29, 2020
Update Covid-19 Indonesia
404,048
Total Kasus
Updated on 29/10/2020 9:15 am
Beranda Headline Rampas Mobil Keluarga Polisi, Lima Debt Collector di Mataram Ditangkap

Rampas Mobil Keluarga Polisi, Lima Debt Collector di Mataram Ditangkap

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Lima orang debt collector yang beraksi di Kota Mataram diringkus polisi. Kelimanya diringkus setelah mencoba melakukan pemaksaan dan pengancaman mengambil mobil milik keluarga polisi dengan alasan kredit macet.

Dalam ekspos yang digelar Polres Mataram, Senin (23/10), kelimpa pelaku ditangkap pada 4 Oktober 2017 lalu. Setelah sekian lama proses penyidikan, kelima pelaku ditetapkan tersangka dan akan diserahkan ke kejaksaan.

“Lima pelaku diduga melakukan pengancaman memaksa secara melawan hukum sesuai pasal 335 ayat (1) KUHP,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK.

- Advertisement -

Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK (tengah) saat ekspos kasus pengancaman oleh debt collector. (satria/hariannusa.com)

Kelima pelaku dengan menggunakan sebuah mobil mengejar korbannya yang membawa mobil Grand Max di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Kelima pelaku kemudian memepet mobil korban dan berhenti di depan mobil korban.

“Diduga Grand Max ini ada tunggakan di salah satu Finance. Pemilik mobil dihadang. Kemudian diduga ada kekerasan dan ancaman kekerasan sehingga mengakibatkan ketakutan dari korban. Dari situ korban melaporkan ke Polres Mataram,” ungkapnya.

Kelima pelaku diketahui bernama Jimmy Sausele (32) asal Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram, Kahfi (34) asal Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah,  Paozan Parniwadi alias Jarwo (27) asal Desa Pengembur, Pujut, Lombok Tengah, Ali Akbar (35) asal Kelurahan Selagalas, Kota Mataram dan Ahmad Muhibin (26) asal Narmada, Lombok Barat.

Kelima pelaku diketahui bekerja di sebuah perusahaan penyalur jasa debt collector yakni PT Mata Dewa Indonesia (PT MDI). Perusahaan yang meresahkan masyarakat tersebut mempekerjakan para pelaku untuk menagih para penunggak pembayaran dengan ancaman kekerasan.

Sebanyak tiga kali pelaku melakukan penagihan pada korban. Di hari yang ketiga akhirnya korban melaporkan kasus tersebut pada polisi. Kelima pelaku kemudian diringkus.

Diperkirakan ada puluhan debt collector yang menagih korban dengan waktu yang berbeda, namun kelima pelaku melakukan penaggihan dengan unsur pengancaman, akhirnya kelima pelaku yang berbadan besar itu diamankan polisi. Para pelaku tertunduk malu saat diekspos polisi. Kegarangan saat mengancam korban kini dibayar dengan penyesalan di balik jeruji besi. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Telah Diresmikan, Kini Warga Poan Bisa Beribadah di Masjid Ibadurrahman

HarianNusa.com, Lombok Barat - Masjid Hidayatullah yang dibangun pada tahun 1993 yang berlokasi di Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok...

Kunjungi Sumbawa, Wagub Semangati Para Nakes

HarianNusa.com, Sumbawa - Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Oleh karena...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia