Pengungsi Gunung Agung akan Bertambah

0
73
Erupsi Gunung Agung Karangasem, Bali. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Gunung Agung di Karangasem Bali meletus pada pukul 17.05 Wita, Selasa (21/11) sore tadi. Letusan tersebut merupakan letusan dengan tipe freatik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, letusan freatik terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi. Uap air tersebut terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah dalam kawah kemudian terjadi kontak langsung dengan magma.

“Letusan freatik disertai dengan asap, abu dan material yang ada di dalam tanah,” ujar Sutopo.

Meskipun tidak terlalu bahaya dibanding letusan magmatik, namun jumlah pengungsi diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut karena penambahan zona berbahaya di sekitar Gunung Agung.

“Pengungsi ini akan bertambah mengingat warga Dusun Bantas Desa Abaturinggit sudah turun menjauh dari radius 7.5 km ke Kantor Camat Kubu. Warga Dusun Juntal Kaje rencana malam ini juga turun ke balai-balai banjar yang ada di Desa Kubu. Begitu juga warga dukuh juga sudah bersiap-siap untuk mencari tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Untuk saat ini data pengungsi pada Selasa siang tadi sebanyak 29.245 jiwa yang tersebar di 278 titik pengungsian. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya kabar yang belum terjamin kebenarannya soal Gunung Agung.

“Masyarakat diimbau tetap tenang. Jangan panik dan terpancing isu-isu menyesatkan. PVMBG akan terus memberikan informasi terkini. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, SKPD, relawan dan semua unsur terkait akan memberikan penanganan pengungsi,” pungkasnya.

Sementara kondisi di Bali tetap stabil. Bandara Internasional Ngurah Rai masih aman dan normal. Pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG yang memang tidak boleh ada aktivitas masyarakat. (sat)