Kedatangan Dubes AS ke NTB. (ist)

HarianNusa.com, Mataram – Mi6 menilai kedatangan Duta Besar Amerika Serikat dua kali dalam kurun waktu tidak terlalu lama ke NTB, dari kacamata politik harus dimaknai sebagai bentuk dukungan moral dan spirit politik buat TGB sebagai kepala daerah yang dinilai berhasil dalam memimpin NTB.

Selain itu kehadiran Dubes AS tersebut bisa dijadikan kekuatan pendorong bagi TGB untuk mengakhiri 10 tahun kepemimpinannya dengan happy ending yang baik.

“Kehadiran Dubes AS, Donovan membawa sinyal pesan politik yang kuat, khususnya buat kepemimpinan TGB,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, Kamis (10/05).

Dalam konteks Pilpres 2019 bisa jadi di mata Amerika Serikat, TGB dipandang sebagai sosok calon pemimpin nasional yang memiliki talenta dan kharisma yang khas. Juga TGB dipandang the rising stars calon pemimpin nasional yang mumpuni.

“Kedatangan Dubes AS dua kali ke NTB bukan sekedar piknik tanpa motif. Pesan politiknya kuat yakni gedung putih mendukung kepemimpinan TGB,” tambahnya Didu panggilan akrab Direktur Mi6.

Menurut Didu dalam tata krama hubungan diplomatik maupun perspektif politik, kehadiran Dubes tidak bisa dianggap remeh. Karena ia mencerminkan kekuatan legitimasi politik dari suatu bangsa, apalagi dari negara adidaya seperti AS, yang Dubesnya mau menemui pemimpin daerah. Jika TGB dipandang tidak memiliki kelebihan dan produktif untuk AS menurutnya tidak mungkin Dubes AS ke NTB dua kali. “TGB di mata AS pasti dianggap figur yang potensial sebagai pemimpin ummat Islam yang moderat dan toleran,” tambah Didu.

Bagi TGB sendiri, lanjut Didu, setidaknya pertemuannya dengan Dubes AS bisa dijadikan modal politik maupun spirit moral untuk makin meneguhkan sikapnya ikut kompetisi pilpres 2019. “TGB pasti akan makin fight ikut kompetisi Pilpres 2019,” ujarnya.

TGB Perlu Segera Turun Back-up Zul Rohmi

Sementara itu dalam konteks Pilgub NTB, kata Didu, TGB perlu segera turun memback-up Zul-Rohmi sebagai vote getternya. Hal ini agar elektabilitasnya Zul-Rohmi makin meningkat secara signifikan. “Untuk itu TGB perlu all out turun dan rawe rawe lantas, malang malang putung melapis dukungan buat Zul Rohmi,” ungkapnya sembari menambahkan Pilgub NTB akan makin mempesona dengan tampilnya TGB.

Didu menambahkan pesona TGB dengan brand image lewat safari dakwah dan pengajian akan menjadi magnet yang kuat meraih dukungan dan simpati warga NTB. “Karakteristik masyarakat NTB yang patriarki masih mempercayai tokoh agama yang dipandang memiliki kelebihan,” lanjutnya.

Untuk itu, sambung Didu, TGB bila perlu mengambil cuti penuh sebagai tim kampanye Zul-Rohmi agar lebih fokus dan menghindari stigma maupun intrik politik. “Lebih baik TGB cuti full sampai Pilkada usai agar lebih leluasa memenangkan Zul Rohmi ,” kata Didu.

Selain itu untuk menunjukkan sikap kenegarawanannya, tidak ada salahnya TGB bersilaturahmi kepada semua calon gubernur NTB maupun tokoh sepuh NTB lain sebelum turun resmi sebagai Jurkam Zul Rohmi untuk mendapatkan masukan atau sarannya “Bagaimanapun juga usia TGB masih muda tak ada salahnya TGB mendatangi pemimpin atau tokoh yang lebih tua untuk beranjang sana secara informal,” saran direktur Mi6.

Relawan Zul Rohmi Makin Menggeliat

Sementara itu Menjelang H-50 menuju 27 Juni 2018, gerakan relawan Zul-Rohmi makin menggeliat membentuk jaring pengaman pemilih pada tingkat desa/dusun se NTB. Mereka bergerak tanpa henti meraih simpati dan dukungan dari beragam strata pemilih.

Berbagai cara dan trik mendekati para pemilih agar tergerak hatinya mendukung dan memilih Zul-Rohmi. Para relawan tersebut memiliki cara dan metodenya yang khas dalam mensosialisasikan Zul-Rohmi.

Abdul Hafidz, Ketua Relawan Lingkar Hutan Gunung Sasak – Lombok Barat misalnya mengatakan, bahwa dirinya bersama timnya tetap bergerak setiap hari mendatangi para pemilih di sepuluh kecamatan Lombok Barat dengan cara ala orang desa dan kekeluargaan. “Warga desa di Lombok barat harus disentuh dengan adat kebiasaannya supaya lebih mudah membaur,” ujar Hafidz usai mengunjungi kawasan selatan Lombok Barat.

Menurut Abdul Hafidz perjuangannya memenangkan Zul Rohmi di Lombok Barat penuh rintangan yang tidak sederhana. Ia dan timnya harus menyakinkan para konstituen di pelosok Lombok Barat untuk memilih Zul-Rohmi sebagai pilihan yang sadar dan bertanggungjawab. “Saya optimis Zul-Rohmi akan menang di Lombok barat di atas 40 persen dari total pemilih tetap,” ujar Hafidz optimis.

Selanjutnya Dian Sandi Utama, Ketua KP3D (Komunitas Pemuda Peduli Pemilu dan Demokrasi) mengatakan pola kampanye blusukan yang dipilih oleh Zul-Rohmi, menurutnya sudah benar karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kata Dian, mendatangi masyarakat dari kampung ke kampung untuk mendengar aspirasi masyarakat. Dengan begini akan lebih memudahkan Paslon tersebut menganalisa dan memberikan solusi nantinya seandainya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Lebih jauh Dian Sandi mengatakan satu hal yang dilihat dari Paslon Zul-Rohmi adalah mereka berdua begitu bersemangat, jiwa mudanya masih bergelora. “Tak terlihat lelah di wajahnya kendati mereka telah mengunjungi belasan titik setiap harinya,” ujarnya. (sat)

Komentar