BerandaNasionalKomisi X DPR RI  Dorong Publikasi Riset BRIN Lewat Berita Ilmiah Populer 

Komisi X DPR RI  Dorong Publikasi Riset BRIN Lewat Berita Ilmiah Populer 

HarianNusa, Mataram – Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTB menggelar kegiatan Pemaparan Hasil Riset Pemberitaan dan Teknik Menulis Berita Ilmiah Populer bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan yang digelar di Lombok Garden Hotel Mataram pada Sabtu, (16/5)  ini melibatkan puluhan wartawan yang tergabung dalam PWI Provinsi NTB. 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, ‎Lalu Hadrian Irfani, yang hadir memberikan sambutan melalui zoom mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan literasi bagi wartawan dalam menulis berita ilmiah populer 

Menurut Miq Ari, sapaan akrabnya, menyoroti masih banyak hasil penelitian BRIN yang belum terangkat ke ruang publik melalui media massa. Padahal, menurutnya, riset-riset tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkaya wacana kebangsaan.

Padahal, menurutnya, riset-riset tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkaya wacana kebangsaan dan memperkuat budaya berpikir ilmiah di tengah masyarakat. Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi dan kompleksitas persoalan publik saat ini, penulisan berita ilmiah populer bukan sekadar aktivitas jurnalistik biasa, melainkan bagian dari tugas peradaban.

“Banyak penelitian BRIN yang belum diangkat oleh media. Di tengah kompleksitas informasi, menulis berita ilmiah populer merupakan tugas peradaban. Tapi ini adalah pekerjaan yang akan membuat bangsa ini kaya akan pemikiran kritis, kaya akan imajinasi ilmiah,” ujar Lalu Hadrian.

Menurutnya, berita ilmiah populer memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat luas. Tidak sekadar menyebarkan hasil penelitian, tetapi juga menerjemahkan bahasa statistik, metodologi, dan temuan ilmiah ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami serta mencerahkan pikiran.

“Berita ilmiah populer tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menerjemahkan bahasa statistik dan metodologi penelitian menjadi bahasa cerita yang mencerahkan pikiran,” katanya.

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan penulisan ilmiah populer yang digagas oleh BRIN. Baginya, inisiatif tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem literasi sains yang lebih kuat di Indonesia.

“Kami sangat mendukung gerakan penulisan ilmiah populer ini yang dilaksanakan oleh teman-teman dari Badan Riset dan Inovasi Nasional,” tegasnya.

Tak hanya sebatas dukungan moral, Lalu Hadrian juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan penguatan anggaran riset. Ia mengungkapkan akan mengusulkan kenaikan dana hibah penelitian pada tahun 2027 sebagai bentuk keberpihakan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi nasional.

“Maka kita akan memberikan insentif khusus bagi peneliti yang mampu mempublikasikan hasil risetnya di media massa nasional dalam bentuk berita ilmiah populer,” jelasnya.

Langkah tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat mendorong para peneliti untuk lebih aktif mengkomunikasikan hasil risetnya kepada publik. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti di ruang laboratorium atau jurnal akademik, melainkan hadir di tengah masyarakat sebagai pengetahuan yang hidup, relevan, dan berdampak. (F*)

Ket. Foto: 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, hadir secara daring dalam kegiatan Pemaparan Hasil Riset Pemberitaan dan Teknik Menulis Berita Ilmiah Populer bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berlangsung di Mataram. (Ist)

spot_img

Baca Juga