NDI mendatangi Polda NTB untuk meminta kejelasan penanganan hilangnya Dokter Mawardi. (sat/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Kapolda NTB Brigjen Pol Ahmad Juri berjanji untuk menemukan mantan Direktur RSUP NTB Mawardi Hamry yang menghilang secara misterius. Hal tersebut diungkapkan Kapolda pasca dilantik menjadi Kapolda NTB yang baru menggantikan Irjen Firli.

Telah lebih dari 2 tahun Dokter Mawardi menghilang dari rumah dinasnya di Jl. Langko Kota Mataram.

Nusa Tenggara Development Institute (NDI) yang sejak dulu menyuarakan agar Mawardi ditemukan, Kamis (12/07) kemarin mendatangi Polda NTB untuk menagih janji Kapolda.

“Sebagaimana diketahui dr Mawardi hilang sejak 23 Maret 2016 silam, tapi sampai sekarang belum ditemukan. Masak belum ada kejelasan sedikitpun dari kepolisian,” ujar Direktur NDI, Abdul Majid.

Abdul Majid merasa ragu jika polisi belum menemukan Mawardi, pasalnya polisi memiliki alat canggih yang dapat kapan saja mendeteksi keberadaan orang, namun anehnya belum juga menemukan dr Mawardi.

“Kami sangat percaya dengan teknologi cyber yang dimiliki kepolisian. Maka saya yakin kalau bener kasus kehilangan ini ditangani dengan serius, maka pasti ada kepastian,” pungkasnya.

Dia dan beberapa anggota NDI langsung mendatangi Polda dan menagih janji Kapolda. “Oleh karena itu kami menagih janji Kapolda yang baru ini untuk tuntaskan kasus dr Mawardi. Karena beliau kan dah janji pas serah terima jabatan dulu. Maka kami datang ke Polda ini untuk tagih janji beliau. Tapi sayang beliau mendadak ke Jakarta jadi gak bisa kami temui. Kami diterima oleh Dirreskrimum dan Dirreskrimsus serta jajaranna,” beber Majid.

Dia juga menyeselkan telah tiga Kapolda NTB berganti namun misteri hilangnya sang dokter belum terpecahkan. Diketahui, dr Mawardi menghilang di masa Kapolda Umar Septono. Hingga berlanjut ke Kapolda Brigjen Firli, Mawardi belum ditemukan. Kini NDI berharap di kepemimpinan Kapolda Ahmad Juri, Mawardi ditemukan.

“Lebih-lebih sekarang Polda NTB lagi dalam proses peningkatan status dari status B ke status A, maka seharusnya peningatan status itu dibarengi dengan penanganan kasusnya juga,” cetusnya.

Majid juga menegaskan jika Polda NTB gagal menemukan Mawardi, maka NDI kembali melaporkan hilangnya sang dokter ke Komnas HAM dan Mabes Polri. “Kalau masih kasusnya seperti ini terus, gak ada kejelasan, maka kami akan kembali laporkan kasus ini ke Komnas HAM dan Mabes Polri. Dulu juga kita pernah laporkan, jadi bisa kami datangi kembali dan tetap gelar demo besar-besaran di Polda NTB,” tegasnya. (sat)

Komentar