Sitti Rohmi Dirikan Sekolah Darurat di Lombok Utara

HarianNusa.com, Lombok Utara –
Berdirinya posko utama Sinar 5 Care dalam membantu penanganan dan pemulihan korban gempa bumi Kabupaten Lombok Utara patut diacungi jempol. Pasalnya posko utama yang notabene ditunjuk langsung oleh Wakil Gubernur NTB terpilih Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah ini telah memprakarsai berdirinya sekolah darurat Kamis (16/8).

Sekolah darurat tersebut didirikan di pengungsian GOR Gondang Kec. Gangga. Sekolah darurat yang berlokasi satu komplek dengan posko utama sinar 5 care di Gelanggang Olah Raga (GOR) Gondang Kecamatan Gangga ini telah berjalan sejak berdiri hari Kamis lalu. Seperti sekolah pada umumnya, tampak kegiatan belajar mengajar mulai berjalan dengan fasilitasi seadanya dalam tenda pengungsian.

“Ini kita lakukan agar anak-anak korban gempa bisa tetap mendapatkan pendidikan meski tidak berada di dalam kelas formal, masa depan anak bangsa harus diutamakan tak boleh terlarut karena gempa,” kata Sitti Rohmi Djalillah selaku inisiator sekolah tersebut.

Wagub NTB terpilih yang kerab dipanggil Ummi Rohmi ini juga menyatakan sekolah darurat ini hanya stimulus supaya proses belajar mengajar di daerah terdampak segera dimulai. Bukan untuk menyaingi sekolah yang ada. Keberadaan sekolah ini juga diharapkan mampu menyemangati peserta didik mulai bersekolah yang juga sebagai salah satu proses “trauma healing”, dan penyemangat bagi guru- guru dalam melaksanakan kewajiban mendidik.

“Meratapi kesedihan berkepanjangan akan mendatangkan kesia-siaan belaka, sekolah ini untuk meneruskan cita dan cinta anak anak terhadap pendidikan, saya juga guru, berharap agar para guru disini segera berbenah karena kewajiban kita tidak boleh terhambat oleh apapun, ini hanya sementara,” imbuhnya usai mengunjungi sekolah tersebut.

Sambutan dan apresiasi masyarakat korban gempa luar biasa. Beberapa tokoh dan orang tua siswa sangat antusias.

“Sekolah ini telah mengobati kesedihan kami, tak pernah terpikirkan hal ini, terima kasih Bu Wagub,” ungkap salah seorang wali murid saat menemani anaknya di sekolah itu.

SRD bersama pengungsi tokoh agama yg akan mengajar di TPQ
Begitu pula halnya dengan Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Ahyar, ditemui usai upacara kemerdekaan Jumat (17/8) Ia menyerukan kebangkitan KLU.

“Tak boleh masyarakat KLU terlarut dalam kesedihan, mari bangkit untuk segera berbenah, anak-anak kita sudah mulai bersekolah walaupun dalam kondisi darurat, saya mewakili masyarakat KLU berterimakasih atas keberadaan sekolah darurat ini,” ucapnya penuh haru.

Untuk diketahui sekolah darurat ini juga akan didirikan minimal di lima wilayah pengungsian lainnya. Untuk staf pengajar atau guru berasal dari para guru relawan dan mahasiswa – mahasiswi tingkat akhir. Sebelumnya Ummi Rohmi telah menginstruksikan peserta KKN Universitas Hamzanwadi untuk melaksanakan KKN Kemanusiaan di titik-titik pengungsian sebagai tenaga guru relawan. Sekolah ini akan terhenti dengan sendirinya jika proses belajar mengajar di sekolah umum kembali normal. (sat)