HarianNusa.com, Mataram – Gempa 7 skala richter (SR) yang terjadi Minggu (05/08) lalu memakan banyak korban jiwa. Dampak terparah dirasakan di Lombok Utara. Hampir seluruh bangunan di sana rusak, bahkan banyak nyawa melayang.
Gempa susulan pun ratusan kali terjadi. BMKG mengatakan gempa 7 SR tersebut merupakan gempa utama (mainshock), yang artinya tidak akan ada lagi gempa seperti itu, melainkan hanya gempa susulan berskala kecil untuk mengembalikan posisi bebatuan pada sumber gempa.
Namun, beberapa hari pasca gempa dahsyat tersebut, sebuah halaman facebook bernama Earthquakes & Weather (E&W) membuat rilis prediksi gempa yang berskala sama dalam beberapa pekan mendatang.
Tentu saja prediksi mereka ditolak dengan tegas oleh BMKG maupun BNPB. Dengan tegas kedua instansi yang fokus pada bencana dan kegempaan tersebut menyatakan prediksi E&W adalah hoax dan menyesatkan.
Namun, Minggu (19/08) malam membuktikan sebaliknya. Gempa berkekuatan 7 SR kembali mengguncang Lombok. Meskipun telah dimuktahirkan menjadi 6,9 SR, namun Lombok Timur dan Sumbawa terkena dampak terparah. Belasan orang pun meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Warga NTB pun beramai-ramai mencari tahu keberadaan komunitas E&W. Halaman facebook mereka diikuti. Sebagian besar pengikut merupakan warga Lombok yang terkena dampak gempa. Mereka meyakini prediksi E&W akurat dan telah melalui teknis sesuai ilmu kegempaan.
Entah mengapa, Selasa (21/02) dini hari halaman facebook E&W tidak dapat diakses. Tampaknya halaman tersebut diblokir lantaran dituding menyebarkan informasi yang menyesatkan dan membuat panik. Namun dengan tegas komunitas tersebut membantah dan berdalih prediksi mereka melalui metode ilmiah dan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa manusia.
Baca Selanjutnya: E&W Telah “Warning” Pihak BNPB


