fbpx
23 C
Mataram
Rabu, Juli 15, 2020
Update Covid-19 Indonesia
78,572
Total Kasus
Updated on 14/07/2020 6:34 pm
Beranda Headline Komnas HAM Sebut Baiq Nuril Punya Hak Sebarkan Rekaman

Komnas HAM Sebut Baiq Nuril Punya Hak Sebarkan Rekaman

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com – Kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat Baiq Nuril, menjadi perbincangan banyak orang. Berbagai penafsiran hukum pun dilakukan sejumlah pihak.

Komnas HAM menilai pasal 27 ayat (1) UU ITE yang menjerat Baiq Nuril seharusnya tidak bisa diterapkan lantaran Baiq Nuril merekam atau jika menyebarkan rekaman untuk melindungi dirinya sendiri.

Komisioner Komnas HAM, M. Choirul Anam, menyebutkan Nuril memiliki hak untuk menyebarkan rekaman jika untuk melindungi diri sendiri.

- Advertisement -

“Kalau untuk melindungi diri sendiri enggak apa-apa, karena dalam UU ITE kalau dia tidak punya hak, dia tidak boleh menyebarkannya, Nuril punya hak. Paling tidak dia potensial untuk menjadi korban,” ujarnya, Jumat, 30 November 2018.

Diketahui, pasal 27 ayat (1) UU ITE menyebutkan, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Komnas HAM menilai kata “tanpa hak” menjadi alasan pihak berwajib tidak dapat menjerat Nuril lantaran Nuril memiliki hak untuk melindungi diri.

Dia juga menyarankan agar penyidik seharunya mengejar masalah pokok dalam kasus tersebut, sebelum menjerat Baiq Nuril. Masalah pokok tersebut adalah perilaku mesum HM yang menelpon Nuril dan bercerita seputar hubungan seksual dengan bawahnya berinisial L.

“Ada dua perspektif, pertama ITE itu harus pada basis pokok dulu. Harusnya tuduhan-tuduhan itu dulu dibuktikan. Kalau tidak terbukti baru kena ITE,” jelasnya.

Menurut Choirul, dalam spektrum yang lebih luas, penelpon Nuril berinisial HM diduga memiliki indikasi perilaku seksualitas yang tidak benar. Hal ini karena beberapa pengalaman yang ditangani Komnas HAM.

“Dalam beberapa pengalaman, apa yang dilakukan perempuan menyimpan rekaman itu biasanya bukan untuk diviralkan tetapi untuk alat bukti melindungi diri sendiri,” ungkapnya.

Dia juga sebelumnya telah meminta pengacara Baiq Nuril agar Komnas HAM dapat mendampingi Nuril.

“Sejak awal ketika kasus naik saya komunikasi dengan pengacaranya, saya bilang Komnas HAM bersedia melakukan pendampingan agar keadilan bagi Nuril tercapai,” terangnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia