fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Juli 10, 2020
Update Covid-19 Indonesia
72,347
Total Kasus
Updated on 10/07/2020 12:12 pm
Beranda Ekonomi 13 Ton Beras Raib, Begini Penjelasan Bulog NTB

13 Ton Beras Raib, Begini Penjelasan Bulog NTB

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com – Bulog Divre NTB membenarkan terkait pemberitaan di media adanya selisih stok beras yang terjadi di gudang Bulog Sengkol Lombok Tengah.

Bulog Divre NTB melalui bagian Humasnya, Agung Sarianto menjelaskan kronologis diketahuinya selisih stok beras tersebut. Dimana pada Oktober 2018 tim stock of name tim Bulog Divre NTB melakukan stock of name di gudang Sengkol, saat itu ditemukanlah selisih antara stok fisik dan stok operasional diangka 18 ton.

“Nah pada saat itu kondisi tumpukan atau tapelannya itu agak berantakan akibat gempa dan belum sempat dirapikan oleh kepala gudang Sengkol pada saat itu. Kemudian tim Bulog Divre NTB melaksanakan rekonsiliasi ternyata di sana ditemukan 5 ton yang belum di administrikan oleh kepala gudangnya. Jadi 18 ton dikurangi 5 ton jadilah sisanya 13 ton. Seperti itu. 13 ton ini kita hitung secara estimasi dengan perkalian panjangnya, lebarnya, kuncian berapa dan dikalikan tingginya,” jelas Agung kepada wartawan hariannusa.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/12).

- Advertisement -

Ia mengatakan selisih 13 ton tersebut oleh Divre Bulog NTB langsung dilaporkan ke kantor Bulog Pusat. Laporan itu langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti kantor pusat dengan mengirimkan tim untuk mendalami persoalan tersebut.

“Apakah benar 13 ton atau jangan-jangan tidak sampai 13 ton, atau malah itu klop. Karena dari stok 2.600 di gudang Sengkol itu selisih 13 ton tersebut kemungkinan nyelit diantara tumpukan-tumpukan beras tersebut,” papar Agung.

Atas kejadian tersebut, selain melapor ke Kantor Pusat, oleh Bulog Divre NTB, kepala gudang yang bersangkutan langsung di nonjobkan atau dibebas tugaskan dari jabatannya.

“Jika tim dari pusat yang mendalami temuan ini menemukan yang 13 ton ini klop maka kepala gudang yang dinonjobkan tersebut akan dikembalikan lagi kejabatan semula. Namun bila angka 13 ton ini tetap muncul, selain dipecat yang bersangkutan tetap harus bertanggung jawab ganti rugi terhadap sejumlah kekurangan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Agung, tim pusat yang mendalami kasus ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu karena harus memindahkan 2.600 ton stok beras tersebut secara satu persatu.

Stok of name sendiri merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Bulog Divre NTB setiap bulannya di seluruh gudang Bulog di NTB. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia