fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Juli 16, 2020
Update Covid-19 Indonesia
80,094
Total Kasus
Updated on 15/07/2020 5:38 pm
Beranda Kota Mataram Museum Sebagai Tempat Ziarah Masa Lalu, Sekarang dan Refleksi Masa Depan

Museum Sebagai Tempat Ziarah Masa Lalu, Sekarang dan Refleksi Masa Depan

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi

istri Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengunjungi Museum Negeri Nusa Tenggara, di Jalan Panji Tilar Negara No.6 Kota Mataram, Kamis (20/12/2018).

- Advertisement -

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengatakan bahwa museum adalah tempat menziarahi masa lalu masa sekarang dan refleksi masa depan.

“Pesan besar museum terkait keindahan besar NTB ini belum sampai ke masyarakat apalagi ke pemerintah pusat, minimal bisa sampai ke para kepala sekolah, sehingga dapat mengajak anak-anak didiknya mengunjungi museum,” kata Gubernur.

Dalam tour singkat keliling museum itu, Gubernur menyampaikan bahwa petugas museum harus bisa menjadi pujangga besar, sekaligus entertain yang baik, bisa menceritakan dan membuat masyarakat mengetahui sejarah lebih jelas dibandingkan dengan membaca buku.

Saat itu, Dr. Zul juga berdialog langsung dengan pimpinan dan pengurus museum mengenai kendala dalam peningkatan kunjungan museum pasca bencana gempa yang mengalami penurunan, dari target kunjungan museum tahun 2018 dengan 72 juta kunjungan sampai November kemarin baru mencapai 32 juta kunjungan.

Museum ke-11 yang dibangun pada masa orde baru ini merupakan salah satu museum yang mewakili 3 etnis sekaligus, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo.

Kedepannya, Dr. Zul berharap museum tidak hanya menampilkan 3 etnis asli NTB, tapi dapat menjadi Replika Indonesia di mata wisatawan dan menjadi salah satu destinasi wisata.

Kepala Museum Negeri NTB, Zubair Muslim menyampaikan, pasca gempa koleksi yang ditampilkan museum hanya 10 persen, akibat kerusakan yang berat gedung auditorium sehingga tidak memenuhi syarat.

“Tempat koleksi roboh karena gempa, sementara menitip koleksi di ruang kontemporer,” ujar Zubair.

Staf museum Hubertus yang diberi kesempatan berdialog langsung dengan orang nomor satu di NTB itu, menyampaikan harapannya agar museum Negeri NTB yang kecil tapi indah ini dapat dilengkapi fasilitas penunjang lain, salah satunya toilet yang bertaraf internasional, mengingat banyaknya kunjungan petugas museum dari daerah lain yang melakukan studi banding ke Museum Negeri NTB ini.

Koleksi Museum yang beragam dapat menjadi sarana edukasi yang baik bagi masyarakat NTB, diantaranya koleksi Manuskrip Angling Darma hingga silsilah kesultanan Bima, ada juga Takepan Babad Suwung yang ditulis dengan aksara Sasak dengan bahasa Jawa Madya. Jika ingin tahu lebih banyak lagi alangkah baiknya datang langsung ke Museum NTB. (f3(

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia