Desa Lingsar Dipelajari Dua Kepala Daerah dari Sulawesi Utara

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama dua kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Utara bersama rombongan (istimewa)
Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama dua kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Utara bersama rombongan (istimewa)

HarianNusa.com – Desa Lingsar yang mendapat predikat sebagai Juara Lomba Desa tingkat Nasional dan berbagai raihan prestasi lainnya masih menjadi magnet bagi daerah lain. Hal ini terbukti dengan kedatangan Walikota Kotamobagu dan Bupati Bolaang Mongondow bersama rombongan mengunjungi Desa Lingsar, kemarin Selasa (22/1/19).

Kedatangan dua kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Utara dalam rqngka study komparasi dan belajar tentang pelayanan berbasis online ke masyarakat, termasuk pengembangan budaya serta inovasi-inovasi yang dilakukan Desa Lingsar.

Rombongan berjumlah 85 orang terdiri dari kepala dinas, camat, kepala desa dan lurah itu diterima langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di Aula Kantor Desa Lingsar.

“Kota Kotamobagu masih muda, baru berumur 11 tahun dan masih butuh belajar. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan di sini bisa kita implementasikan di Kotamobagu,” kata Walikota Kotamobagu Hj. Tatong Bara.

Senada dengan Hj. Tatong Bara, Bupati Bolaang Mongondow Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow berharap kunjungan perdananya ke Lombok Barat dapat menjadikan daerahnya berprestasi seperti Desa Lingsar.

Mantan anggota DPR RI dua priode itu juga tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Lombok Barat atas penerimaannya.

Bupati H. Fauzan Khalid sendiri sangat mengapresiasi kedatangan dua kepala daerah beserta rombongan itu. Dalam penerimaannya, Fauzan memaparkan kondisi Lombok Barat serta raihan prestasi yang ada.

“Lombok Barat juga masih banyak kekurangan, namun Alhamdulilkah Desa Lingsar pernah juara satu Nasional termasuk Desa Montong Are di Kecamatan Kediri juara satu nasional untuk lomba PKK,” papar Fauzan.

“Kita juga butuh belajar. Di antara kita pasti ada kelemahan dan kelebihan. Kelebihan itulah kita ambil untuk kemajuan daerah kita,” tambah Fauzan.

Fauzan juga mengakui, kedua kepala daerah yang merupakan tokoh perempuan di Sulawesi Utara ini patut dijadikan teladan, ia pun berharap NTB dapat melahirkan lebih banyak kepala daerah dari kaum hawa. Seperti diketahui dari 15 kepala daerah di Sulawesi Utara, enam dijabat oleh kaum perempuan. (f3)