Dihadapan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani melakukan penandatanganan Dokumen Perjanjian Kerjasama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTB tentang Pengembangan Klaster Kopi di Kabupaten Sumbawa pada acara HUT Kabupaten Sumbawa ke-60 (istimewa)
Dihadapan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani melakukan penandatanganan Dokumen Perjanjian Kerjasama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTB tentang Pengembangan Klaster Kopi di Kabupaten Sumbawa pada acara HUT Kabupaten Sumbawa ke-60 (istimewa)

HarianNusa.com –  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB melaksanakan pengembangan UMKM dengan pendekatan pengembangan ekonomi lokal atau Local Economic Development (LED).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani mengatakan bahwa program pengembangan UMKM Unggulan ini bertujuan menumbuhkan dan menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat. Program ini juga merupakan bagian dari upaya pencapaian tugas pokok Bank Indonesia, yakni stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran.

“Pengembangan LED di Provinsi NTB difokuskan kepada UMKM sektor ekonomi unggulan, sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di luar sektor tambang, yaitu pariwisata, salah satunya adalah ecotourism,” ungkap Achris dalam siaran persnya, Jumat, (25/1).

Berkaitan dengan hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB pada tahun 2018 menginisiasi pengembangan Klaster Kopi Sumbawa yang berlokasi di Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa. Pemilihan lokasi tersebut, jelas Achris, didasarkan pertimbangan beberapa hal, diantaranya terkait letak desa yang berada di ketinggian 800-1.100 Mdpl sehingga sangat cocok untuk budidaya tanaman kopi. Selain itu,  kopi yang dihasilkan di Desa Tepal termasuk kategori specialty coffee, sehingga memiliki potensi tinggi untuk menembus pasar ekspor.

Pengembangan klaster kopi ini, memiliki ruang lingkup dalam melakukan pendampingan yaitu melalui pemberian bantuan teknis seperti pelatihan peningkatan kapasitas UMKM, penguatan lembaga, studi banding, dan lain-lain. Ruang lingkup lainnya mencakup bantuan sarana prasarana melalui sinergi Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). (f3)

Komentar