fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Desember 3, 2020
Update Covid-19 Indonesia
549,508
Total Kasus
Updated on 03/12/2020 7:19 am
Beranda Hukum & Kriminal Sambil Merangkak, Ayah Irman Kumis Kunjungi Anak di Sel

Sambil Merangkak, Ayah Irman Kumis Kunjungi Anak di Sel

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com – Orang tua tersangka kasus ujaran kebencian dan penghina Jokowi berinisial IS alias alias Imran Kumis menjenguk anaknya di ruang tahanan Polres Mataram, Jumat, 25 Januari 2019.

Dia datang bersama kakak wanita IS untuk menjenguk dan membawakan pakaian untuk IS, sekaligus mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Orang tua IS, Saidi, yang menderita disabilitas terpaksa harus jalan merangkak memasuki ruangan.

- Advertisement -

Sebelumnya, IS diketahui menulis status bertulis “BODOHNYA ORANG ISLAM YG MILIH JOKOWI!!! DASAR MUNAFIK!!!!” Tulisan tersebut kemudian menjadi perdebatan di facebooknya.

Saidi berharap Presiden Jokowi memaafkan anaknya. Karena di rumah, dia hidup hanya bertiga sejak lama bercerai dengan istrinya.

“Mudah-mudahan pak Presiden bisa memaafkan dia. Ampuni dia. Saya sangat minta maaf, bebaskan dia,” ujar Saidi sambil menangis haru.

Saidi mengakui anaknya bersalah telah menulis status yang diduga berisi ujaran kebencian. Dia meminta kerendahan hati presiden memaafkan IS.

Pengacara IS, Muhanan Gibest mengatakan kedatangan orang tua dan pengacara untuk mengantar surat penangguhan penahanan pada Kapolres Mataram.

“Kita datang ke sini untuk mengantar surat penangguhan penahanan. Alasannya karena IS kita jamin tidak akan melarikan diri atau mengulang perbuatan serupa,” jelasnya.

Pengacara lainnya, Abdi Negara, memohon kerendahan polisi untuk menangguhkan penahanan. Dia mengatakan selain IS adalah korban gempa, unsur pasal 28 ayat (2) undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE belum terpenuhi.

Dia mengatakan unsur ujaran kebencian harusnya terpenuhi jika telah membuat kegaduhan atau permusuhan antara anak bangsa.

“Tidak terpenuhi unsurnya karena tidak menimbulkan akibat dari status yang dibuat, yang mana terjadi suatu permusuhan antar golongan,” jelasnya. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

UMP NTB 2021 Ditetapkan, Ini Besaran Nilainya

HarianNusa.com, Mataram - Dewan Pengupahan Provinsi NTB akhirnya menetapkan Upah Minimum (UMP) untuk Tahun 2021. Berdasarkan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang dilaksanakan pada...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia