HarianNusa.Com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif memantau pelaksanaan kampanye Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019 ini.

Imbauan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu NTB, Khuwailid dihadapan awak media dalam acara sosialisasi pengawasan partisipatif dalam rangka penguatan peran media untuk melakukan pengawasan pemilu tahun 2019, di Aula Kantor Bawaslu NTB, Kamis (28/3/19).

“Apabila ditemukan ada pelanggaran kampanye, baik itu keterlibatan ASN dalam politik praktis, money politik atau pelanggaran lainnya silahkan dilaporkan ke Bawaslu,” imbaunya.

Khuwailid menjelaskan sepanjang pelaksanaan tahapan kampanye Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg Bawaslu telah menemukan sejumlah pelanggaran.

“Pelanggaran ini didominasi oleh ASN,” ungkapnya sambil menyebutkan salah satu kepala dinas di Lombok Tengah yang diproses karena ikut terlibat mengkampanyekan seorang caleg yang juga merupakan istri kadis tersebut.

Disebutkan Khuwailid, ada tujuh kasus pelanggaran yang sudah diputuskan Bawaslu NTB. Sementara tujuh kasus lainnya masih dalam proses.

“Ada tujuh kasus pelanggaran kampanye yang sudah selesai diputuskan oleh Bawaslu NTB, ada pelanggaran oleh ASN, Kades dan caleg itu sendiri. Sedangkan tujuh kasus lainnya masih kami proses,” pungkasnya.

Sementara Divisi Hukum, data dan informasi Bawaslu NTB, Suhardi menambah bahwa siapapun yang melakukan pelanggaran pemilu akan diproses tanpa tebang pilih jika terbukti melakukan pelanggaran.

Menurut Suhardi sukses pemilu tidak hanya hasilnya yang baik tetapi juga prosesnya yang baik. Proses yang baik adalah adanya sikap yang adil dalam pemilu.

“Tantangan kami saat ini, pelanggaran pemilu lebih dominan dilakukan oleh ASN,” ungkapnya. (f3)

Komentar