fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juni 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,473
Total Kasus
Updated on 31/05/2020 8:47 pm
Beranda Nasional Sumber Daya Genetik Jeruk untuk Kekayaan Indonesia

Sumber Daya Genetik Jeruk untuk Kekayaan Indonesia

HarianNusa.com – Varietas jeruk di Indonesia cukup besar dan memiliki keragaman yang tersebar di berbagai daerah. Kekayaan Sumber Daya Genetik (SDG) ini telah tersimpan dan dikelola Badan Penelitian, dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

“Balitbangtan memiliki koleksi SDG Jeruk yang cukup besar serta menghasilkan benih pokok BPMT jeruk bebas penyakit yang dikelola Balitjestro dan tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia,” jelas Dr. Fadjry Djufry M.Si Kepala Balitbangtan dalam sela-sela kunjungannya di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur pada Jumat (28/6/2019).

Sementara itu dalam keterangannya pada Senin (1/7/2019) Dr. Chaireni Mertasari peneliti Balitjestro menjelaskan bahwa saat ini terdapat 254 aksesi jeruk dari berbagai jenis dikoleksi di Balitjestro yang dipelihara dan dikelola di Kebun Percobaan Punten.

Jenis tersebut diantaranya Citrus sinensis Osbeck (jeruk manis), Citrus reticulata Blanco (jeruk keprok), Citrus maxima Merr (jeruk besar), Citrus limon (jeruk Lemon), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Citrus medica (sitrun), dan Citrus paradisi (grape fruit).

Koleksi jeruk ini dikelola dan dipelihara secara rutin dalam rumah kasa insect proof sehingga terlindung dari serangga penyebab penyakit khsususnya Huanglongbing atau lebih dikenal dengan CVPD.

Lebih lanjut disampaikan, varetas jeruk yang banyak berkembang di Indonesia merupakan jenis common mandarin (Citrus reticulata Blanco). Beberapa varietas lokal Indonesia yang masuk dalam kelompok ini adalah Keprok dan Siam. Jenis domestik yang telah dikembangkan diantaranya Keprok Soe, Keprok Batu 55, dan Siam Madu, Keprok Brasitepu, dan Keprok Garut,Keprok Gayo, Siam Pontianak dan lainnya.

Varietas jeruk ini akan terus bertambah seiring dengan hasil eksplorasi dari berbagai daerah dan dari pemuliaan maupun persilangan yang dilakukan oleh peneliti. Beberapa varietas hasil pemuliaan baik persilangan maupun mutasi, diantaranya Keprok SoE 86 Agrihorti, Pamelo MTR 19, Pamindo Agrihorti, dan beberapa varietas lain yang sedang dalam proses pendaftaran. (af)

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Antisipasi Covid Jelang Lebaran Topat, Pemkab Lobar Pantau Tempat Wisata

HarianNusa.com, Lombok Barat - Menjelang perayaan Lebaran Topat di Lombok Barat (Lobar), sejak pagi tadi Sabtu (30/5/2020) jajaran Dinas Pariwisata bersama tim lintas OPD...