fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Juni 5, 2020
Update Covid-19 Indonesia
28,818
Total Kasus
Updated on 05/06/2020 2:01 am
Beranda NTB Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok

Ahli Geologi AS Peringatkan Bahaya Gempa di Selatan Lombok

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

HarianNusa.com – Ahli Geologi dan Tektonik Amerika Serikat, Prof Rolland A. Harris menggelar sosialisasi kegempaan di Universitas Nahdlatul Ulama NTB, di Mataram, Kamis, 4 Juli 2019.

Dijelaskan, potensi gempa di Selatan Lombok bermagnitudo maksimal 9. Lombok dapat terkena imbas tsunami yang dihasilkan dari kekuatan gempa tersebut.

“Minimal 9 magnitudo karena potensinya berasal dari palung Jawa, tapi untuk lokasinya kita enggak tau spesifiknya dari Lombok atau Jawa bagian timur, tapi Lombok akan terdampak juga kalau terjadi tsunami,” ungkapnya.

- Advertisement -

Dijelaskan tsunami dapat menghantam tiga sampe empat kilometer meter dari bibir pantai.

“Lokasi yang terjadi gempa besar sedikit kemungkinan terjadi gempa besar, jadi yang perlu diantisipasi lokasi yang terjadi gempa kecil kemungkinan terjadi gempa besar,” ungkapnya.

Dia mengatakan, terjadi tumpukan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia di Selatan Lombok. Lempeng tersebut terbentang dari Sumatera hingga Sumba. Kini zona tersebut dalam fase bangkit, namun tidak diketahui pasti kapan akan melepaskan energi gempa.

“Ada siklus tidur dan bangkit, sebenarnya sudah masuk bangkit, cuma memang kapan terjadinya semua tidak tahu,” katanya.

“Kita menemukan endapan tsunami.
Tidak cukup dikatakan siklus 500 tahunan, tapi berdasarkan data 500 tahun lalu belum pernah lagi terjadi tsunami di kawasan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumba, jadi berdasarkan data itu siklusnya kurang lebih 500 tahun sekali,” paparnya.

Prof. Rolland Harris menjelaskan setiap tahunnya lempeng Indo-Australia bergerak 7 sentimeter. Sementara saat ini kumpulan energi 35 meter, artinya Pulau Lombok telah bergeser 35 meter. “Jadi kalau terjadi gempa sudah bisa mengumpulkan energi minimal 9 magnitudo,” ucapnya.

Sementara maksimum kekuatan gempa pada zona tersebut dijelaskan mencapai 9,5 magnitudo. Kota Mataram dapat terdampak tsunami dengan radius mencapai maksimal 2 kilometer.

Sehingga, dia mengimbau agar pemerintah memasang alat atau papan informasi evakuasi tsunami, sehingga masyarakat dengan mudah mengevakuasi diri ketika terjadi gempa besar. Direkomendasikan lokasi evakuasi pada ketinggian 20 meter. (sat)

 

- Advertisement -

Berita Populer Pekan Ini

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...