fbpx
23 C
Mataram
Senin, Juni 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,473
Total Kasus
Updated on 31/05/2020 6:46 pm
Beranda NTB NTB Dikunjungi Puluhan Pemuda dari 10 Negara untuk Belajar Keberagaman

NTB Dikunjungi Puluhan Pemuda dari 10 Negara untuk Belajar Keberagaman

HarianNusa.Com – Provinsi NTB dikunjungi puluhan pemuda dari 10 negara ASEAN, termasuk Indonesia. Mereka datang khusus ke NTB untuk melihat dan belajar berbagai hal. Salah satunya, terkait dengan harmonisnya kehidupan masyarakat NTB meskipun berbeda agama, suku, ras, dan golongan.

Sekitar 30 (tiga puluh) orang pemuda itu sedang mengikuti ASEAN Youth Interfaith Camp 2019, yang berlangsung di Jakarta. Selain Jakarta, mereka juga memilih NTB sebagai salah satu lokasi untuk melakukan studi banding terkait keberagaman. Kegiatan itu berlangsung tanggal 7 hingga 11 Juli 2019 dengan tema “Culture of Prevention For Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy, and Harmonious Society”.

Tiba di NTB, para pemuda itu disambut hangat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Ir. Ridwan Syah, M.Sc.,MM.,M.Tp dan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM., di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa, (9/7/19).

Mereka memilih NTB karena terkesan dengan kehidupan masyarakatnya yang harmonis, saling membantu serta saling menghormati meskipun memiliki latar belakang suku, agama, budaya dan golongan yang berbeda.

Xyza Vasily Guenyawan Dela Pena, dari Philipines misalnya. Ia merasa terkesan dengan NTB dan mengungkapkan bahwa NTB tidak hanya terkenal dengan keindahan alam atau destinasi wisatanya. Namun juga menjadi tempat untuk belajar bagaimana hidup harmonis dengan seluruh masyarakat yang berbeda keyakinan.

“NTB adalah daerah yang pariwisatanya sangat bagus. Tidak hanya bagus dikunjungi namun juga menjadi tempat untuk meningkatkan pemahaman keagamaan yang kita miliki,” ungkapnya dalam bahasa Inggris.

Hal yang sama juga disampaikan para pumuda lainnya. Mereka mengaku datang ke NTB karena melihat NTB tidak memiliki catatan dalam hal konflik keagamaan. Sehingga, sangat layak dijadikan lokasi untuk berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda latar belakang.

Ridwansyah saat dialog di RRU itu, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan terima kasih kepada rombongan pemuda tersebut karena telah memilih NTB sebagai lokasi event itu. Ia menjelaskan NTB bisa diibaratkan sebagai “Indonesia Mini”. Sebab di NTB ini tinggal masyarakat yang berasal dari berbagai suku, agama, golongan dan budaya yang berbeda-beda.

“Kebaragaman ini adalah potensi untuk pembangunan di daerah untuk Indonesia. Kami jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan serta mengedepankan toleransi,” jelas Ridwan dihadapan puluhan pemuda yang sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa itu.

Tidak lupa, ia menjelaskan Lombok juga dikenal sebagai pulau 1000 masjid dan masyarakatnya sangat religius. Juga, NTB sukses sebagai destinasi wisata dunia dengan mengembangkan friendly moslem tourism atau wisata halal.

“Kuncinya menjaga harmoni, mengembangkan kearifan lokal (local wisdom). Tapi tetap bisa menerima hal-hal baru dari luar sebagai konsekwensi kehidupan global khusunya sektor pariwisata,” ungkapnya seraya menjelaskan beberapa program untuk mengelola keberagaman dan local wisdom yang telah dikembangkan di NTB, seperti Sekolah Perjumpaan, Kampung Madani dan Bale Mediasi

Ia mengajak para pemuda dari 10 negara itu, selain belajar soal ke-NTB-an juga berharap ada sharing pengalaman dan masukan dari pemuda-pemuda itu untuk NTB .

Selama di Lombok, para delegasi itu akan mengunjungi beberapa lokasi. Antara lain, Islamic Center, Desa Lingsar serta ingin melihat dari dekat penanganan pasca bencana gempa. (f3)

 

 

 

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Pola Pre-Emtif Polri dalam Penanggulangan Radikalisme

H. Lalu Anggawa Nuraksi (Pemerhati Budaya Sasak) Radikalisme dalam Bahasa Indonesia berarti faham yang keras, faham yang tidak mau mengakomodir pendapat orang lain, merasa fahamnya-lah yang...