fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Juli 7, 2020
Update Covid-19 Indonesia
64,958
Total Kasus
Updated on 07/07/2020 1:54 am
Beranda NTB Tak Ingin Gegabah Menyikapi Pergantian Nama Bandara DPRD NTB akan Bentuk Pansus

Tak Ingin Gegabah Menyikapi Pergantian Nama Bandara DPRD NTB akan Bentuk Pansus

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.Com, Mataram – DPRD Provinsi NTB dalam menyikapi pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Zainudin Abdul Majid (ZAM) tidak ingin gegabah.

Untuk itu, dalam menyikapi perubahan nama tersebut DPRD NTB akan membentuk panitia khusus (pansus) dalam menyerap aspirasi di lapangan.

“Pansus akan bekerja sebaik – baiknya untuk turun di lapangan dalam mendengar aspirasi masyarakat langsung di lapangan,” kata Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, saat menerima perwakilan massa aksi yang menolak pergantian nama bandara di gedung DPRD NTB, Senin (18/11/19).

- Advertisement -

“Dan tentu nanti akan ke Jakarta ke Kementeri Perhubungan membawa aspirasi masyarakat. Kami tidak ingin kondusifitas daerah terganggu dengan adanya persoalan – persoalan penolakan terkait dengan nama bandara,” ujarnya menambahkan.

Isvie mengatakan semua pihak harus menahan diri sehingga kamtibmas di NTB tetap kondusif.

“Berikan kami waktu bekerja dengan baik dan semua akan berjalan dengan baik. Insya Allah DPRD NTB akan selalu bersama masyarakat, tidak akan ada sesuatu terjadi jika kita kompak dengan baik,” kata Isvie.

Ia juga menegaskan, pihaknya telah berkunjung ke menteri perhubungan menanyakan perihal tersebut. Menteri bahkan meminta pemerintah provinsi melakukan sosialisasi.

“Barangkali di sini mungkin letaknya yang belum berjalan. Sehingga sekali lagi saya kembalikan persoalan ini kepada pansus. Dan pansus akan bertemu masyarakat, bertemu gubernur dan bertemu pak menteri”, pungkasnya.

Jikapun perlu, pansus akan bersama dengan gubernur menyampaikan persoalan ini terkait dengan pergantian nama bandara. Sehingga inilah sikap resmi dari DPRD NTB dan tidak ada satupun pimpinan yang berhak menyampaikan pernyataan di media yang dapat mengganggu kondusifitas daerah.

Sementara itu Koordinator Umum massa aksi Lalu Hizzi dengan tegas menyatakan BIL merupakan harga mati yang tidak boleh diganti dengan nama apapun.
Untuk itulah, pihaknya meminta DPRD NTB untuk menolak pergantian nama tersebut.

“BIL adalah harga mati, kami sangat tidak setuju namanya diganti menjadi Bandara ZAM,” tegasnya.

Aksi penolakan terhadap pergantian nama bandara itu dilakukan oleh ribuan massa. Bahkan para kepala desa yang berada di kawasan bandara turun langsung dalam aksi penolakan tersebut. Kendati demikian massa aksi menyampaikan aspirasinya dengan tertib. (f3)

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama sejumlah anggota Dewan lainnya saat menerima perwakilan masa aksi. (HarianNusa.Com/rony)
- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Pemerintah Provinsi Siapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem...

Peduli Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19, Universitas Mataram Berikan Keringanan UKT

HarianNusa.com, Mataram - Sebagai wujud rasa empati dan kepedulian terhadap dampak ekonomi Pandemi Covid 19, Univeritas Mataram atau Unram memberikan keringanan biaya bagi mahasiswanya....
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia