fbpx

Danrem 162/WB Kunjungi BPBD Loteng Pantau Pendebetan dan Pencairan Dana Stimulan Rehab Rekon

Populer Pekan ini

Ini Cara Mitigasi saat Ge...

HarianNusa.com - Indonesi...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut...

HarianNusa.Com, Jakarta -...

HIPO Bantah Bergerak di B...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Potensi Mineral Kelas Dun...

HarianNusa.com, Jakarta ...

Paling Banyak Dibaca

Misteri Telapak Tangan ya...

HarianNusa.com, Mataram –...

Mengenang 40 Tahun Bencan...

HarianNusa.com, Mataram –...

Ahli Geologi AS Peringatk...

HarianNusa.com - Ahli Geo...
- Advertisement -

HarianNusa.Com, Lombok Tengah – Proses pencairan bantuan dana stimulan dari Pemerintah pusat untuk warga terdampak gempa terus dilakukan hingga batas waktu tanggal 31 Maret 2020. Kaitan dengan itu, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasdim 1620/Loteng Mayor Inf Dian Aksmiyandita melaksanakan kunjungan ke Kantor BPBD Lombok Tengah sekaligus meninjau dan memantau proses pendebetan dan pencairan dana stimulan yang diberikan oleh Bank Mandiri, Selasa (28/1).

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menjelaskan, bantuan dana stimulan dari pemerintah harus sudah terserap oleh masyarakat terdampak gempa dalam bentuk rekening Pokmas sampai tanggal 31 Maret 2020 sehingga tidak menghambat proses percepatan rehab rekon.

Menurut Danrem, pembuatan rumah tahan gempa (RTG) membutuhkan proses yang lumayan berat, mulai dari proses verifikasi, penetapan SK, proses pencairan dana hingga mencari tukang bangunan.

- Advertisement -

"Untuk mencapai target pembangunan 100 persen dengan batas waktu hingga tanggal 31 Maret 2020 membutuhkan tukang yang banyak sehingga harus dilakukan pengecekan dan pengawasan," ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Korem162/WB tersebut juga menyampaikan, jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Lombok Tengah pada tahap ini sebanyak 655 KK dari jumlah keseluruhan 10.089 KK.

"Sisa sebanyak 655 KK ini harus segera dibangun setelah menerima dana, dan jangan digunakan untuk kepentingan yang lain," harap Danrem.

- Advertisement -

Danrem juga mengingatkan para Pokmas, Fasilitator dan Aplikator agar serius dan Maksimal dalam pembangunan RTG dan jangan ada pemikiran memanfaatkan untuk disalah gunakan atau tindakan-tindakan yang dapat merugikan warga korban gempa dan Pemerintah.

"Jika ada yang main-main dan mengambil keuntungan dari proses rehab rekon ini, maka akan diberikan tindakan keras dengan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tandas Danrem 162/WB sembari menjelaskan bahwa beberapa oknum yang nakal sudah ditanggani pihak Kepolisian untuk dilambil langkah hukum agar hal-hal seperti ini tidak harus terjadi apa lagi dalam situasi masyarakat sedang dilanda musibah. (f3)

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkini

Fauzan Persilahkan BNN NT...

HarianNusa.com, Lombok Ba...

Setelah Disidak, Senggigi...

HarianNusa.com, Lombok Ba...

Pemda Menyapa Desa Dihara...

HarianNusa.com, Lombok Ba...

Lantik Kepala Sekolah, Se...

HarianNusa.Com, Mataram -...

Menteri PPPA Resmikan Ged...

HarianNusa.com, Mataram -...

Potensi Mineral Kelas Dun...

HarianNusa.com, Jakarta ...

Berita Lainnya

- Advertisement -