fbpx
23 C
Mataram
Minggu, November 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
410,088
Total Kasus
Updated on 01/11/2020 12:56 am
Beranda Opini Kata Prabowo Wartawan Gak Pernah ke Mall, Jokowi Justru Bawa Wartawan Masuk...

Kata Prabowo Wartawan Gak Pernah ke Mall, Jokowi Justru Bawa Wartawan Masuk Epicentrum Mall

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, opini – Agustus lalu Prabowo Subianto menyebut wartawan tidak pernah ke mall lantaran gaji yang kecil. Meskipun itu merupakan guyonan ala Ketua Umum Partai Gerindra, namun menjadi viral di sejumlah media.

Kamis (19/10) kemarin, Presiden Jokowi mengunjungi Lombok menghadiri sejumlah kegiatan. Tak lupa orang nomor satu ini menyempatkan diri blusukan. Kali ini blusukan sang presiden bukan masuk selokan dengan pengawalan ketat Paspampres, melainkan masuk Lombok Epicentrum Mall, salah satu jantung hiburan masyarakat Kota Mataram dan menjadi simbol kapitalis versi mahasiswa kiri.

Hadirnya sang presiden di mall tentu dikawal juga dengan para pewarta. Para pramukata ini berjibaku dengan banyaknya pengunjung mall yang ingin melihat Jokowi secara langsung. Tampak wartawan mengabadikan momen tersebut dengan mengambil banyak foto.

- Advertisement -

Ini menjadi suatu keuntung wartawan pasca disindir Prabowo, masuk ke mall dengan alasan yang jelas untuk liputan headline mereka. Tidak hanya masuk ke mall untuk liputan advertorial dan menjadi juru puji produsen.

Tapi perlu diingat, Jokowi ke mall tidak bermaksud menyinggung pernyataan Prabowo. Ini hanya teknik framing penulis untuk menyajikan tulisan yang maha subjektif ini. Begitu juga dengan wartawan, masuk ke mall bukan lantaran enggak pernah mendapat hiburan modern di sana, melainkan sebagai tugas dalam mewartakan peristiwa. Lagian wartawan tidak semudah bernapas untuk ikut menghadiri blusukan Jokowi di mall, mereka sebelumnya harus mengurus kartu tanda pengenal meliput Jokowi pada instansi terkait dan harus siap gesekan bodi dengan Paspampres dan pasukan keamanan lainnya.

Kata kunci pada berita ini tentunya adalah Jokowi, Prabowo, wartawan dan mall. Tapi dari empat kata kunci tersebut, saya memilih mengambil wartawan. Mengapa, karena hampir 90 persen wartawan di Mataram pada hari itu fokus pada berita Jokowi. Hadirnya Jokowi dengan mengikuti sejumlah acara seremonial, meskipun biasanya acara seremonial harus diongkos dengan amplop advertorial, tapi tidak dengan seremonial yang dihadiri Jokowi.

Wartawan saat itu sibuk berjibaku dengan kegiatan Jokowi dan selalu memonitor keberadaan dan aktivitas Jokowi selama di Lombok. Meskipun di luar kerapkali menyalahi Jokowi dengan sejumlah peristiwa politik di negeri ini, namun hari kemarin absen dalam mengangkat sisi buruk tersebut. Fokus pada rangkaian acara sang presiden.

Di luar sana, puluhan mahasiswa berunjukrasa menolak kedatangan Jokowi. Alasannya karena Jokowi dinilai hadir ke Lombok dengan tujuan memperlancar investasi asing masuk NTB dengan mengorbankan masyarakat. Bicara soal kapitalis, tentu kita bisa meraba-raba mahasiswa kiri atau kanan yang melakukan unjuk rasa.

Anehnya, hampir tidak ada wartawan yang mengetahui adanya aksi penolakan kedatangan Jokowi kemarin. Semua mata wartawan tertuju pada mall (maksud saya Jokowi yang masuk ke mall). Bahkan mahasiswa yang berdemontrasi terpaksa hanya mengirim rilis tuntutan aksi dan foto aksi mereka ke wartawan dengan harapan menjadi sebuah berita.

Menurut saya ini bukan suatu yang biasa. Tapi masalah serius! Jika dianalogikan, ini merupakan pilihan meliput penguasa atau rakyat.

Hadirnya Jokowi di Lombok menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk berunjukrasa membuka masalah-masalah sosial di NTB secara gamblang dan didengarkan Jokowi. Tapi ini semua menjadi tertutup. Masalah tersebut tidak diketahui Jokowi karena minimnya pemberitaan. Bahkan wartawan tidak mengetahui adanya insiden pembubaran mahasiswa yang koordinasi rencana aksi penolakan Jokowi.

Akan menjadi suatu berita jika demonstrasi tersebut dilakukan dengan anarkis, bakar ban, pecahkan kaca biar ramai dan mengadu sampai gaduh, dan hal ekstrem lainnya. Apakah ini kita sebutkan media kita telah berpihak pada rakyat?

Akhir kata, saya kecewa pernyataan Prabowo menyebut wartawan enggak pernah ke mall. Karena belum saatnya wartawan ke mall.

Opini: Satria Zr

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Kunjungi Sumbawa, Wagub Semangati Para Nakes

HarianNusa.com, Sumbawa - Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Oleh karena...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Dialog Langsung dengan Masyarakat, Gubernur NTB Blusukan ke Desa Terpencil di Sumbawa dan KSB

HarianNusa.com, Sumbawa - Bukan sesuatu yang baru, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah datang langsung menyapa masyarakat di pelosok desa dan dusun di Provinsi NTB. Tak jarang,...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia