fbpx
23 C
Mataram
Jumat, Agustus 14, 2020
Update Covid-19 Indonesia
135,123
Total Kasus
Updated on 14/08/2020 10:22 am
Beranda Kemanusiaan Jelajah Pulau Dengan KlinikApung, Ratusan Pasien Tertangani Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

Jelajah Pulau Dengan KlinikApung, Ratusan Pasien Tertangani Meski Di Tengah Pandemi Covid-19

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Lombok Barat – Sejak diresmikan pada 4 april 2019, Klinik Apung Pulau Sehat Indonesia yang merupakan hasil kerjasama Dompet Dhuafa bersama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Rumah Cerdas, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu akses layanan kesehatan yang strategis untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat yang belum tersedia cukup akses kesehatan di wilayah selatan Lombok Barat yang dikenal banyak pulau kecil. (Rabu, 17/06)

Klinik apung menjangkau 10 wilayah di 4 Desa Lombok Barat yakni Dusun Cemara Desa Lembar Selatan, Teluk Gok, Telaga Lupi, dan Gresak Dusun Medang. Sementera di Desa Sekotong Barat terdiri dari Dusun Gili gede, Dusun Gedang, Dusun Tanjungan, Dusun Labuan Cenik Desa Gili Gede Indah, Dusun Orong Bukal, Desa Gili Gede Indah dan Dusun Labuan Poh Desa Batu Putih. Lokasi ini dipilih karena akses ke fasilitas kesehatan (puskesmas) yang jauh. Seperti halnya di dusun bangko-bangko, masyarakat harus menempuh perjalan (± 3 Mil) jalur laut dan Jalur Darat (± 20 Km) ke puskesmas pelangan.

“Pelayanan klinik apung dilakukan seminggu sekali dengan menjangkau 2-3 lokasi pelayanan dengan waktu perjalanan dan pengobatan 5-6 jam. Rute perjalanan di Dusun Cemara- Gresak- Teluk Gok- Telaga Lupi- Desa GGI- Bangko- Bangko Desa Batuh Putih. Pelayanan kesehatan yang diberikan berupa pemeriksaan dokter umum, pengobatan dan promosi kesehatan. Serta sesekali diikuti oleh Puskesmas setempat,” Ucap dr. Yeni Purnamasari, selaku General Manager Divisi Kesahatan Dompet Dhuafa.

- Advertisement -

Layanan Kesehatan Cuma – Cuma (LKC) Dompet Dhuafa NTB telah melaksanakan program Pulau Sehat Indonesia berbasis Kawasan sehat binaan sejak Oktober 2019. Berdasarkan hasil tinjauan Tim LKC Dompet Dhuafa di lapangan, memilih Desa Gili Gede Indah sebagai lokasi intervensi karena masih terdapat masalah kesehatan di lokasi ini, mulai dari akses jamban yang belum 100%, serta menjadi salah satu lokasi fokus stunting, dengan jumlah kasus sebanyak 17% kategori balita pendek dan 3,7% balita sangat pendek (Data cakupan pelayanan gizi Puskesmas Pelangan, Agustus 2019).

Selama 8 bulan pelayanan (April-Desember) 2019 tercatat 976 pasien yang dilayani, 72% perempuan dan sisanya 28% laki-laki. Berdasarkan diagnosis 10 penyakit terbanyak, Penyakit Hipertensi menjadi penyakit terbanyak kedua sebesar 118 kasus, dimana akan menjadi fokus perhatian lanjutan dari program klinik Apung ke depan. Penyakit hipertensi ini hampir ditemukan di setiap lokasi sehingga perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan berkala untuk deteksi faktor resiko Penyakit Tidak Menular tersebut.

Program Pulau sehat Indonesia merupakan program yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau SDG’s. yakni SDG’s 2 Nol kelaparan, SDGs 3 (kesehatan yg baik dan kesejahteraan) dan SDG’s 6 (akses air bersih dan sanitasi). Dimana Fokus pelayanan kawasan meliputi 7 indikator kesehatan, yakni Peningkatan kesehatan ibu dan baduta, Eliminasi Stunting, Pengelolaan pasien TBC, Pengeloaan penyakit tidak menular, sanitasi yang baik, lingkungan hijau produktif dan sehat mental spiritual.

“Diharapkan kedepannya program klinik apung tidak hanya terfokus pada layanan kuratif namun juga intervensi terhadap masalah kesehatan prioritas berdasarkan data kasus penyakit, juga intervensi masalah sanitasi yang juga ada di pulau tersebut,” ujar dr. Yeni Purnamasari.

Selama pandemi Covid-19, Tim LKC Dompet Dhuafa memberikan pendampingan masyarakat dalam siap siagaan memutus rantai penularan Covid-19 secara bersama. Selain itu, Desa Gili Gede Indah menjadi kawasan cekal Corona dengan kegiatan deteksi dini. Program Pulau Sehat Indonesia diawali dengan pemetaan masalah kesehatan, menjalin hubungan dan fokus grup diskusi bersama stakeholder pemerintah dan wakil masyarakat untuk membangun pemahaman bersama akan tujuan, peran dan upaya kolaborasi yang dapat dilakukan secara bersama. Tercatat 720 penerima manfaat dari program yang dijalankan di tahun 2019-2020 yang tidak terlepas dari dukungan relawan kesehatan, kader sehat, Pemerintah Desa, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan serta mitra swasta.

Sekilas tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama hampir 27 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Tahun 2020, TNI AD Rekrut 17.264 Prajurit, Yuk Daftar!!

HarianNusa.Com, Jakarta - Tahun 2020 TNI AD menambah alokasi rekrutmen (penerimaan) prajurit menjadi 17.264 orang. Selain itu prosedurnya juga relatif lebih mudah dan materi...

Universitas Warmadewa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021, 4 Program Studi Baru Siap Cetak Tenaga Kerja Profesional

HarianNusa.Com, Denpasar - Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Bali dan Indonesia timur, Universitas Warmadewa (Unwar) di tahun 2020 kembali membuka pendaftaran...

Merdeka atau Mati

Harmoko (Ketua Umum KAMMI UNRAM) Kalau Tuhan tidak menjadikan perhambaan dan perbudakan, tentu tidak akan timbul keinginan hendak mengejar kemerdekaan. Memang kalau tiada kesakitan, orang tidak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia