BerandaNTBPenguatan Desa Wisata Dukung Perhelatan MotoGP

Penguatan Desa Wisata Dukung Perhelatan MotoGP

HarianNusa.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini Dinas Pariwisata terus melakukan penguatan-penguatan desa wisata khususnya di desa-desa penyangga pariwisata.

Penguatan desa wisata khususnya desa penyangga pariwisata dimaksudkan untuk mendukung gelaran event internasional MotoGP Mandalika 2021.

"Desa wisata menjadi pilihan bagi para penonton MotoGP. Nah sehari atau setelah mereka menonton MotoGP mereka bisa berwisata di desa wisata," ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu. Moh. Faozal saat diwawancara, Jumat, (6/11).

Adapun penguatan tersebut berupa pembangunan infrastruktur pendukung seperti penginapan, melakukan pembersihan tempat-tempat wisata dan fasilitasnya, serta melakukan kegiatan peningkatan SDM kepariwisataan.

"Ada homestay 9000 lagi dibangun, kemudian kita bersih-bersih di destinasi pariwisata, toilet di Sade misalnya yang sudah kita bangun sekarang dimaintenance supaya lebih bagus. SDMnya juga kita tingkatkan dengan memberikan pelatihan-pelatihan," ungkapnya.

Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi hingga lima tahun ke depan (2019-2023) menargetkan terbentuk 99 desa wisata yang tersebar di NTB. Pada tahun 2019 lalu sebanyak 25 desa wisata sudah terbentuk.

"Untuk tahun 2020 ini, dilakukan penguatan sebanyak 20 desa wisata yang disiapkan menjadi desa wisata mandiri," ungkapnya.

Untuk pengembangan desa wisata, tak hanya pemerintah Provinsi NTB namun DPRD Provinsi NTB juga turut mendukung. Salah seorang anggota DPRD NTB, Multazam mendorong keterlibatan pihak ketiga dalam pengembangan desa wisata tersebut.

"Kita dorong ada pihak ketiga yang bekerjasama dalam pengembangan pariwisata ini," ungkapnya, saat diwawancara pekan lalu.

Namun dia lebih mengedepankan agar pokdarwis atau pihak-pihak pengelola desa wisata mengambil peran lebih signifikan dalam mengembangkan pariwisata yang ada di desa tersebut.

Ia menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam memajukan desanya di bidang Pariwisata. Dimana Dewan juga dapat membantu melalui dana pokir.

"Misalkan membuat kelompok bersama di bidang kepariwisataan, kemudian di desa sudah ada pembentukan-pembentukan pokdarwis nya. Nah yang punya lahan di situ kan bisa dikerjasamakan dengan pokdarwis lalu dengan program-program aspirasi Dewan dengan meningkatkan kepariwisataan itu bisa kita dapatkan anggarannya," ujarnya.

Seperti diketahui pandemi Covid 19 yang melanda dunia termasuk NTB dampaknya sangat dirasakan semua sektor, terlebih sektor pariwisata. Ditengah keterpurukannya, memasuki era tatanan kehidupan baru, kini sektor pariwisata mulai bangkit. Untuk membangkitkan dan mengembangkan sektor pariwisata ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak. (f3)

Ket. foto:
1. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu. Moh. Faozal. (HarianNusa.com/f3)
2. Anggota DPRD NTB, Multazam. (HarianNusa.com/f3)

Redaksihttps://hariannusa.com
Redaksi HarianNusa.com
spot_img

Baca Juga