fbpx
23 C
Mataram
Minggu, Januari 17, 2021
Update Covid-19 Indonesia
896,642
Total Kasus
Updated on 16/01/2021 6:20 pm
Beranda NTB Antisipasi Penyebaran Covid 19 di Pospen, Pemprov NTB Akan Bentuk Satgas untuk...

Antisipasi Penyebaran Covid 19 di Pospen, Pemprov NTB Akan Bentuk Satgas untuk Pondok Pesantren

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Untuk mengantisipasi penyebaran sekaligus percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

Rencananya Satgas ini akan bertugas mengakomodir kegiatan para santri untuk bisa menjalankan protokol kesehatan covid-19. Terutama melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas luar yang masuk ke ponpes, guna mengantisipasi timbulnya klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan ponpes.

Hal ini disampaikan oleh Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si., dalam rapat pembahasan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren pada masa pandemi covid – 19 di Ruang Rapat Sekda Provinsi NTB, Jumat (27/11).

- Advertisement -

"Covid-19 tidak memilih tempat, usia dan gender sehingga perlunya satgas yang harus memantau berbagai aktivitas anak – anak kita juga yang ada di Pondok Pesantren. Harusnya disusun strategi bagaimana untuk menjaga agar tidak meluas kasus yang terjadi di Pondok Pesantren," paparnya.

Keputusan bersama empat Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri RI nomor : 03/KB/2020, 612TAHUN2020, HK. 01.08/MENKES/502/2020, 119/4536/SJ menjadi salah satu alasan harusnya ditegaskan kembali penerapan protokol kesehatan di berbagai sekolah maupun pondok pesantren.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi, dikesempatan tersebut juga, bahwa keputusan keempat Menteri menetapkan bahwa pada bulan Januari 2021 akan dimulai pendidikan tatap muka, sehingga hal ini mengharuskan Pemerintah untuk segera sigap dengan berbagai situasi yang nantinya akan terjadi, salah satunya dengan pembentukan satgas.

"Saat ini pondok pesantren menjadi perhatian kita bersama, karena kelaster pondok pesantren yang kemarin dimulai dari kepulangan para santri yang di Pulau Jawa, salah satunya yaitu Kelaster Temboro," tuturnya

Nantinya, Satgas covid pondok pesantren akan mengtontrol situasi protokol kesehatan dilingkungan ponpes dan dapat berkoordinasi dengan satgas desa, kecamatan, kabupaten dan kota apabila terjadi sesuatu di pondok pesantren.

Sementara itu Ketua Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP), TGH. Mahalli Fiqri, mengungkapkan bahwa virus corona paling rentan terjadi pada orang – orang yang sering melakukan interaksi. Sementara itu ponpes memiliki ciri khas seringkali berkumpul.

"Kami sangat menyambut apa yang menjadi rencana Pemprov dalam berjuang dalam menjaga keselamatan jiwa terutama para calon pemimpin, yakni para santri, sehingga nantinya akan dibentuk satgas," ungkapnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Kepala Biro Kesra Setda Prov NTB dan Kepala Bakesbangpoldagri Prov NTB.

Hingga 26 November 2020, total kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 4.688 orang, dimana 583 orang terkonfirmasi masih dirawat dan diisolasi, 3.856 orang sembuh dan 249 orang meninggal dunia. Sebanyak 211 orang suspek masih isolasi, 1.857 orang kontak erat masih karantina dan 4.511 orang pelaku perjalanan masih karantina. (**)

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ratusan Homestay di NTB Siap Disewa Tamu Moto-GP 2021

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB untuk berkoordinasi dan menyiapkan sebaik...

NTB Dapat Tambahan Calon Penerima PKH Sebanyak 43.471 KK

HarianNusa.com, Mataram - Kementerian Sosial RI telah menurunkan data calon Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi NTB. Kuota tambahan calon Keluarga Penerima sebanyak...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia