Jumat, Januari 27, 2023
Jumat, 27 Januari, 2023

Wagub: Manajemen Risiko Bencana sangat penting bagi Provinsi NTB

- Advertisement -

HarianNusa, Mataram – Provinsi NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang paling rawan terhadap bencana. Oleh karenanya, manajemen risiko bencana sangatlah penting bagi Provinsi NTB untuk perencanaan penganggaran nasional dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan sambutan pada acara Australia Awards-Short Course yaitu Workshop Mainstream Disaster Risk Management Into Annual National and Sub-National Planning and Budgeting di Hotel Prime Park, Kota Mataram, Selasa (24/01).

“Sebagai salah satu provinsi yang paling rawan bencana di Indonesia, manajemen risiko bencana sangat penting dalam melakukan perencanaan pembangunan daerah kita,” kata Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

Gempa yang terjadi pada tahun 2018 lalu di Lombok-NTB telah membentuk cara mitigasi untuk mengurangi dampak bencana alam dan dampak perubahan iklim. Sehingga dalam hal ini, Wagub juga menyampaikan tiga strategi tahapan manajemen risiko bencana di NTB.

“Pada tahap “pra-bencana”, kami menjamin kesiapan daerah dan masyarakat terhadap potensi ancaman bencana alam. Contigencecy plan juga dikembangkan termasuk pemetaan ancaman bencana di setiap daerah dan memastikan sistem peringatan dini terlengkap melalui aplikasi siaga. Kemudian, pada tahap tanggap darurat, Pemprov juga menyiapkan bantuan darurat untuk didistribusikan segera,” jelas Wagub NTB.

Ia pun berharap kegiatan tersebut sangat memberikan wawasan bagi Pemprov NTB untuk membuat rencana penanggulangan risiko bencana yang lebih efisien guna mengatasi tantangan yang dihadapi selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Madeleine Louise Moss, dari Department of Foreign Affairs and Trade Australia (DFAT) di Kedutaan Besar Australia Jakarta, juga berharap Short Course yang dilakukan dapat memberikan pengetahuan dan pembelajaran dalam manajemen risiko bencana serta dapat memperkuat hubungan Indonesia-Australia kedepannya.

“Saya berharap para peserta short course dapat memanfaatkan pengetahuan dan pembelajaran yang diberikan para narasumber selama pelaksanaan. Semoga short course ini dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Australia, utamanya dalam respon cepat terhadap kebencanaan,” harap Madeleine Moss. (03)

- Advertisement -
spot_img
Jumat, 27 Januari, 2023
Tokopedia
Tokopedia
Tokopedia

Share post:

Subscribe

Berita Populer

Berita Terbaru

Berita Lainnya
Terkait

Direct Flight ke Lombok Dibuka Kembali, Gubernur NTB: Terimakasih Airasia

HarianNusa, Jakarta - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu...

Winengan: Pak Mesir Aktivis Hingga Akhir Hayatnya

HarianNusa, Jakarta - Sekitar pukul 22.27 WIB, Koordinator Presidium...

Mantapkan RKPD 2024, Pemkab Lobar Gelar Konsultasi Publik

HarianNusa, Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengadakan...

Anugerah Media Humas 2023 digelar di NTB

HarianNusa, Jakarta - Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin...