E&W Telah “Warning” Pihak BNPB

Salah seorang anggota E&W, Sue Arrows mengirimkan sejumlah email pada hariannusa.com, Selasa kemarin. Dia mengungkapkan bahwa prediksi gempa 7 SR pada (05/08) jauh hari telah diberikan pada Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Namun informasinya tidak ditanggapi dan dinyatakan menyesatkan.
“Earthquakes & Weather juga mencoba memperingatkan gempa yang terjadi di Lombok pada tanggal 5 Agustus di sebuah posting yang dibuat di facebook pada 29 Juli, dan juga dalam tweet pribadi ke BNPB, Sutopo,” tulis Sue dalam emailnya pada hariannusa.com yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Namun peringatan gempa yang diberikan tidak ditanggapi. Saat gempa terjadi, Sutopo kembali menulis tweet pada 12 Agustus dan mengatakan prediksi E&W adalah rekayasa. Menurut Sutopo, E&W telah mengubah tanggal kirimannya mundur ke belakang sebelum gempa terjadi, sehingga terkesan gempa Lombok telah diprediksi.
“Setelah peristiwa gempa besar, ramalan orang Belanda tentang gempa susulan besar selalu beredar melalui media sosial. Tanggal dalam prediksi diubah seminggu sebelum gempa utama. Peredaran gambar ini telah terjadi sejak Pidie Jaya (2016), Lombok (2018),” bunyi tweet Sutopo yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Tudingan tersebut membuat E&W berang. Mereka dengan tegas menuding Sutopo telah memfitnah mereka dan mengklaim prediksi yang mereka keluarkan sebelum terjadinya gempa di Lombok.
“Postingan dia yang diklaim adalah 2016. Di sini saya mengirim kreasi postingan (Sue mengirim screenshot postingan pada hariannusa.com). Dia (Sutopo) malu karena mencegah berita yang bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ungkap Sue.
Sue mengaku pasca polemik tersebut, halaman facebook E&W diblokir. “Setelah postnya, hari berikutnya halaman facebook ditutup. Dan hari ini ditutup kembali dengan 27.000 anggota dari Indonesia,” pungkasnya.

Sue juga mengirimkan bukti screenshot pada hariannusa.com terkait riwayat kirimannya soal prediksi gempa. Di mana prediksi tersebut dikirim pada 29 Juli 2018 atau sebelum terjadinya gempa 7 SR.


