Maleman, Tradisi Masyarakat Sasak Sambut Lailatul Qadhar

58
Salah seorang warga sedang menyalakan Maleman dan kemudian menaruhnya di sudut-sudut rumah, pekarangan dan gerbang

HarianNusa.com, Lombok Barat – Masyarakat Sasak memiliki cara sendiri menyambut Lailatul qadhar. Yakni menyalakan lampu jojor—obor berbahan buah jamplung yang dibakar—di malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Oleh masyarakat Sasak, lampu jojor itu disebut dengan ‘Maleman’.

Dari pantauan HarianNusa.com di dusun Karang Temu, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada Kamis (15/6). Mereka menyalakan Maleman dengan menaruhnya di sudut-sudut rumah, pekarangan, dan gerbang.

Menurut informasi yang diterima dari beberapa warga, tradisi Maleman sudah mereka lakukan sejak zaman dulu. Dengan harapan bisa selalu terjaga dan dapat bertemu dan menjalankan ibadah pada malam Lailatul qadhar.

Lailatul qadhar sendiri adalah malam, di mana orang yang beribadah pada saat itu, nilai ibadahnya setara dengan ibadah selama seribu bulan, yang kalau diukur dengan hitungan tahun, kurang lebih 80 tahun ibadah. (sta)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online