fbpx
23.8 C
Mataram
Kamis, April 18, 2019

Maleman, Tradisi Masyarakat Sasak Sambut Lailatul Qadhar

- Advertisement -

HarianNusa.com, Lombok Barat – Masyarakat Sasak memiliki cara sendiri menyambut Lailatul qadhar. Yakni menyalakan lampu jojor—obor berbahan buah jamplung yang dibakar—di malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Oleh masyarakat Sasak, lampu jojor itu disebut dengan ‘Maleman’.

Dari pantauan HarianNusa.com di dusun Karang Temu, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada Kamis (15/6). Mereka menyalakan Maleman dengan menaruhnya di sudut-sudut rumah, pekarangan, dan gerbang.

Menurut informasi yang diterima dari beberapa warga, tradisi Maleman sudah mereka lakukan sejak zaman dulu. Dengan harapan bisa selalu terjaga dan dapat bertemu dan menjalankan ibadah pada malam Lailatul qadhar.

Lailatul qadhar sendiri adalah malam, di mana orang yang beribadah pada saat itu, nilai ibadahnya setara dengan ibadah selama seribu bulan, yang kalau diukur dengan hitungan tahun, kurang lebih 80 tahun ibadah. (sta)

Komentar

- Advertisement -

Paling Populer

Potensi Tsunami di Asia, NTB Diperingati Waspada

Berita ini telah diklarifikasi BMKG NTB HarianNusa.com, Mataram – Berdasarkan hasil prediksi skala Asia, di penghujung...

Misteri Telapak Tangan yang Gegerkan Warga Lombok Terpecahkan

HarianNusa.com, Mataram – Misteri jejak telapak tangan di tembok rumah warga di Lombok pasca gempa...

Tak Terima Diputusin, Pria di Lotim Sebar Foto Bugil Kekasihnya

HarianNusa.com, Lombok Timur – Sungguh tak patut ditiru aksi yang dilakukan oleh seorang pria berinisial...

Berita Terbaru

Komentar