fbpx
23 C
Mataram
Selasa, Juni 2, 2020
Update Covid-19 Indonesia
26,940
Total Kasus
Updated on 02/06/2020 5:35 am
Beranda Headline DPRD Minta Pemprov NTB Sigap Mengawasi Peredaran Mi Mengandung Babi

DPRD Minta Pemprov NTB Sigap Mengawasi Peredaran Mi Mengandung Babi

Mataram, HarianNusa.com – Ketua Komisi III DPRD NTB H. Johan Rosihan, ST meminta Pemerintah Daerah bersama Badan Pegawas Obat dan Makanan (BPOM) NTB bertindak cepat agar distributor menarik peredaran produk mi asal Korea Selatan yang positif memiliki kandungan Babi. Selasa, (20/6).

Hal itu disampaikan Johan menanggapi masih ditemukannya produk mi haram tersebut beredar di beberapa toko dan swalayan yang ada di NTB.

“Pemerintah daerah dan BPOM harus bergerak cepat dan tegas atas persoalan ini,” ujarnya.

Dengan reaksi cepat dari Pemda dan BPOM, lanjut Johan, menunjukkan kepedulian Pemerintah selaku otoritas dalam memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat NTB agar terhindar dari makanan haram.

“Menyelamatkan warga dari barang haram adalah kewajiban utama Pemerintah menurut saya,” katanya.

Selaku Wakil rakyat, Johan yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD NTB ini mengaku prihatin dengan beredarnya produk haram tersebut. Ia juga berharap agar ke depannya Pemerintah lebih teliti lagi sebelum menyetujui produk yang menjadi konsumsi masal beredar di pasaran. Apalagi mayoritas masyarakat NTB beragama Islam.

“Sebagai daerah dengan mayoritas muslim, kami sebagai wakil rakyat merasa perlu menegaskan ini.
Lindungi rakyat, jangan lalai dan abai atas hal ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Tim Satgas Pangan Kabupaten Lombok Tengah melakukan sidak terhadap beberapa outlet ternama yang ada di Kabupaten Lombok Tengah. Hasilnya, masih banyak ditemukan outlet yang memajang mi yang telah dicabut izin edarnya tersebut. Alasannya, menunggu supervisor kewilayahan untuk menindaklanjuti.

“Dalam suasana puasa ini tentu kasus tersebut menimbulkan masalah sendiri di tengah masyarakat. Untuk itu kami Satgas Pangan yang terdiri dari Disperindag dan Polres Loteng melakukan sidak,” ujar Kasat Intelkam, AKP Refindo Pradikta Rulando SIK, dihubungi.

Pada razia pertama tersebut, Satgas Pangan masih melakukan hal preventif dengan menyarankan mi-mi terlarang tersebut ditaruh di gudang. Jika tidak diindahkan akan disita hingga sanksi lainnya pada toko tersebut.

Diketahui, sebanyak empat jenis mi asal Korea yang diteliti ternyata mengandung babi. Mi-mi instan tersebut yakni Samyang Mi U-dong, Shin Ramyun (Nongshim), Samyang rasa Kimchi dan Ottogi (Yeul Ramen). Keempat mie tersebut setelah diteliti BPOM ternyata mengandung DNA babi. (sta)

Berita Populer Pekan Ini

Tempat Wisata Sepi, Masyarakat Pulau Lombok Dinilai Faham Anjuran Pemerintah dalam Pencegahan Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S. Wibowo, SIK, bersama Dandim 1606 WB Kol. Czi Efrijon Khroll memantau situasi kawasan Wisata di...

Sesaot Tetap Kondusif Meski Obyek Wisatanya Ditutup

HarianNusa.com, Lombok Barat - Kepala Desa Sesaot Kecamatan Narmada-Lombok Barat, Yuni Hari Seni menyatakan, penutupan lokasi wisata Sesaot dan sekitarnya adalah salah satu alternatif...

Universitas Mataram Gelar Wisuda Daring di Masa Pandemi Covid-19

HarianNusa.com, Mataram - Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 berdampak terhadap merebaknya wabah virus baru bernama SARS-CoV-2. Menyikapi munculnya virus jenis baru tersebut,...

Gubernur NTB Tegaskan Pembangunan KEK Mandalika Terus Berjalan

HarianNusa.com, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB memastikan pembangunan sirkuit MotoGP dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok tetap berjalan. Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah...