fbpx
23 C
Mataram
Jumat, September 25, 2020
Update Covid-19 Indonesia
266,845
Total Kasus
Updated on 25/09/2020 2:39 pm
Beranda Headline Mengerikan, Sebanyak 17 Bayi di NTB Dibuang Orang Tuanya

Mengerikan, Sebanyak 17 Bayi di NTB Dibuang Orang Tuanya

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Bayi merupakan anugrah Tuhan yang terindah bagi manusia. Banyak orang menginginkan mendapat seorang bayi. Namun tidak jarang, banyak pula orang yang tidak menginginkan anugrah Tuhan yang mungil itu.

Kurun waktu Januari hingga Juli 2017 ini, terdapat total 17 bayi yang dibuang orang tuannya. Hal tersebut diungkapkan Divisi Akvokasi dan Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi SH MH.

“Saya kroscek tadi dengan teman-teman Paramita (panti sosial) karena satu selter kita taruh semua di sana, total ada 17 bayi,” ujarnya ditemui di Pengadilan Negeri Mataram, Rabu (26/7).

- Advertisement -

Data tersebut hanya untuk bayi yang masih hidup. Artinya ditemukan masyarakat beberapa saat pasca dibuang. Sementara total bayi yang meninggal dunia untuk saat ini belum disebutkan.

Dari 17 bayi yang dibuang, 14 di antaranya telah diadopsi orang. Sementara sisa tiga bayi masih berada di Paramita. Tiga bayi tersebut di buang di lokasi berbeda, yakni Aikmal, Tanjung dan RSUD Mataram.

Angka pembuangan bayi tertinggi dalam setengah tahun ini didominasi di Lombok Timur. Rata-rata kasus pembuangan bayi tersebut lantaran bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap.

“Didominasi di Lombok Timur. Sebagian besar karena kelahirannya tidak diinginkan, malu karena ada hubungan yang tidak diinginkan sehingga dibuang,” jelas Joko.

Terkait sistem adopsi anak telah diatur dalam undang-undang dan peraturan menteri sosial, dimulai dari calon orang tau angkat meminta permohonan dengan dilengkapi persyaratan. Persyaratan tersebut umunya telah menikah lebih dari lima tahun, tidak punya anak atau cuma memiliki satu orang anak.

“Atau ada surat keterangan dari dokter, dokter kejiwaan, kepolisian dan keterangan penghasilan. Nanti ada tim dari dinas sosial melakukan asesmen, memverifikasi,” jelasnya.

Setelah diverifikasi oleh tim, maka akan bersidang untuk menentukan layak tidaknya diberikan pengasuhan sementara selama enam bulan. Jika selama enam bulan calon orang tua angkat dianggap mampu mengadopsi, maka diberikan rekomendasi pengasuhan anak untuk dibawa ke pengadilan untuk ditetapkan. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Wagub NTB Sidak Penggunaan Masker di Pelabuhan Kayangan

HarianNusa.com, Lombok Timur - Setelah meresmikan Samsat Perizinan Kapal Perikanan Pertama di Indonesia di Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia