fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Desember 3, 2020
Update Covid-19 Indonesia
549,508
Total Kasus
Updated on 02/12/2020 7:18 pm
Beranda Headline Ditetapkan Tersangka, Kepala Pasar Sayang-Sayang Ditahan

Ditetapkan Tersangka, Kepala Pasar Sayang-Sayang Ditahan

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Kepala Pasar Sayang-Sayang, H. Muzakir telah resmi ditetapkan tersangka atas kasus dugaan pungutan liar terhadap pedagang di Pasar Sayang-Sayang. Ia juga menjalani masa penahanannya atas status tersangkanya.

Tersangka ditahan di Mapolres Mataram sejak ditangkap Senin (30/7) kemarin. Ketua Pelaksana Dua Unit Pemberantasan Pungli (UUP) Kota Mataram, Kompol I Made Baduarsa mengatakan dari hasil penyidikan terhadap pelaku dan pemeriksaan saksi-saksi, pelaku diduga kuat melakukan pungli.

“Hasil pemeriksaan saksi-saksi, yang bersangkutan memang mengarah pada pungutan liar di Pasar Sayang-Sayang. Dia bertugas mulai Januari 2017 dan sudah ada SK dari Walikota Mataram,” ujarnya dalam press release di Mapolres Mataram, Selasa (1/8).

- Advertisement -

Pelaku menarik pungutan penyewaan lapak pada para pedagang di pasar. Pungutan yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan maupun Perda yang berlaku.

Barang bukti yang disita Tim Saber Pungli Kota Mataram. (satria/hariannusa.com)

“Dia memungut tidak sesuai dengan undang-undang maupun peraturan daerah. Itu menjadi indikasi pelaku melakukan pungutan liar,” jelasnya.

Tim Saber Pungli juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 7.209.000. Uang tersebut ditemukan di tempat terpisah di Kantor Kepala Pasar Sayang-Sayang. Rp 2,5 juta ditemukan pada sebuah amplop, Rp 1,5 juta ditemukan di dalam sebuah tas hitam, Rp 2,9 juta di dalam sebuah tas dan sisanya ditemukan di sebuah toples.

Selain uang tunai, ditemukan juga barang bukti berupa beberapa bundel karcis retribusi dan dokumen-dokumen lainnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah mengatakan terdapat enam orang pedagang yang diperiksa sebagai saksi atas kasus tersebut. “Ada enam pedagang kita periksa sebagai saksi,” paparnya.

Kompol Baduarsa juga menjelaskan, tersangka mulai melakukan pungutan pada para pedagang sejak satu minggu yang lalu.

“Tersangka mulai melakukan pemungutan terhadap pedagang sejak satu minggu yang lalu,” ungkap Wakapolres Mataram ini. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...

UMP NTB 2021 Ditetapkan, Ini Besaran Nilainya

HarianNusa.com, Mataram - Dewan Pengupahan Provinsi NTB akhirnya menetapkan Upah Minimum (UMP) untuk Tahun 2021. Berdasarkan Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB yang dilaksanakan pada...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia