fbpx
23 C
Mataram
Rabu, Desember 2, 2020
Update Covid-19 Indonesia
543,975
Total Kasus
Updated on 02/12/2020 6:16 am
Beranda Headline Kritis di Medsos, Mahasiswa Unram Dijemput Satpam Kampus

Kritis di Medsos, Mahasiswa Unram Dijemput Satpam Kampus

#unrambanjirktp

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – Seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Lalu Onang Wahyu Pratama dijemput tiga satpam kampus. Ia dijemput saat berada di Sekretariat BEM Unram, sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (3/8).

Ia kemudian dibawa ke rektorat dan dihadapkan ke Rektor Unram, Prof Sunarpi. Penjemputan tersebut lantaran Onang menuliskan status di akun media sosial miliknya terkait indikasi pengumpulan KTP di Unram untuk majunya Sunarpi dalam Pilgub NTB 2018 mendatang.

“Tiga orang satpam sekitar jam 10 pagi menjemput saya. Saya dibawa ke rektorat untuk mengklarifikasi tulisan saya. Saya bertemu dengan pejabat kampus di sana,” ujarnya saat ditemui di Unram.

- Advertisement -

Di hadapan rektor, Onang diminta mengklarifikasi maksud tulisannya pada media sosial. Onang yang juga menjabat Sekjen BEM Unram ini dijelaskan bahwa pengumpulan KTP tersebut merupakan syarat validasi mahasiswa baru di Unram.

“Pak Rektor sudah mengatakan bahwa pengumpulan KTP untuk validasi mahasiswa baru,” paparnya.

Status Media Sosial Oang
Tulisan Lalu Onang di medis sosial faebook mengkritisi kebijakan kampusnya

Pihak kampus menilai tulisan Onang dapat mencoreng lembaga Unram. Hal tersebut dibantah Onang, menurutnya, tulisannya semata-mata bentuk kritisnya sebagai mahasiswa terkait maksud dan tujuan pengumpulan KTP. Karena jika benar pengumpulan KTP dimaksud sebagai tujuan politik, maka tidak seharusnya dilakukan pada kampus maupun mahasiswa yang seharusnya steril dari hiruk-pikuk politik.

BacaFotocopy KTP itu mau diapain ?

“Yang dipermasalahkan, saya menulis tulisan yang membuat lembaga Unram merasa tercoreng, tapi sebenarnya analoginya masak seorang mahasiswa mau menjelekan kampus sendiri. Kami hanya pingin kritik dengan bukti sudah ada, cuma dianggap menjelekan nama lembaga,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Unram, Abdul Faruk yang dihubungi membantah penjemputan paksa mahasiswa oleh satpam Unram. Menurutnya Onang bukan dijemput paksa, melainkan dipanggil untuk menghadap rektor.

“Bukan ditarik sama satpam, Sekjem BEM itu dipanggil untuk menghadap Pak Rektor. Ndak ada upaya paksa,” ujarnya melalui sambungan telepon. (sat)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

KPK Minta Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan Ditertibkan

HarianNusa.com, Lombok Utara - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta aset-aset milik Pemerintah Provinsi NTB yang ada di Gili Trawangan mulai di tertibkan. Pasalnya, pengelolaan...

Gubernur Sambut Baik Kerjasama NTB dengan Northern Territory

HarianNusa.com, Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik kerjasama yang terjalin antara Provinsi NTB dengan Northern Territory (NT), salah satu wilayah federal...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia