Kritis di Medsos, Mahasiswa Unram Dijemput Satpam Kampus

#unrambanjirktp

5256
Mahasiswa Universitas Mataram, Lalu Onang Wahyu Pratama. (satria/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Seorang mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Lalu Onang Wahyu Pratama dijemput tiga satpam kampus. Ia dijemput saat berada di Sekretariat BEM Unram, sekitar pukul 10.00 Wita, Kamis (3/8).

Ia kemudian dibawa ke rektorat dan dihadapkan ke Rektor Unram, Prof Sunarpi. Penjemputan tersebut lantaran Onang menuliskan status di akun media sosial miliknya terkait indikasi pengumpulan KTP di Unram untuk majunya Sunarpi dalam Pilgub NTB 2018 mendatang.

“Tiga orang satpam sekitar jam 10 pagi menjemput saya. Saya dibawa ke rektorat untuk mengklarifikasi tulisan saya. Saya bertemu dengan pejabat kampus di sana,” ujarnya saat ditemui di Unram.

Di hadapan rektor, Onang diminta mengklarifikasi maksud tulisannya pada media sosial. Onang yang juga menjabat Sekjen BEM Unram ini dijelaskan bahwa pengumpulan KTP tersebut merupakan syarat validasi mahasiswa baru di Unram.

“Pak Rektor sudah mengatakan bahwa pengumpulan KTP untuk validasi mahasiswa baru,” paparnya.

Status Media Sosial Oang
Tulisan Lalu Onang di medis sosial faebook mengkritisi kebijakan kampusnya

Pihak kampus menilai tulisan Onang dapat mencoreng lembaga Unram. Hal tersebut dibantah Onang, menurutnya, tulisannya semata-mata bentuk kritisnya sebagai mahasiswa terkait maksud dan tujuan pengumpulan KTP. Karena jika benar pengumpulan KTP dimaksud sebagai tujuan politik, maka tidak seharusnya dilakukan pada kampus maupun mahasiswa yang seharusnya steril dari hiruk-pikuk politik.

BacaFotocopy KTP itu mau diapain ?

“Yang dipermasalahkan, saya menulis tulisan yang membuat lembaga Unram merasa tercoreng, tapi sebenarnya analoginya masak seorang mahasiswa mau menjelekan kampus sendiri. Kami hanya pingin kritik dengan bukti sudah ada, cuma dianggap menjelekan nama lembaga,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Unram, Abdul Faruk yang dihubungi membantah penjemputan paksa mahasiswa oleh satpam Unram. Menurutnya Onang bukan dijemput paksa, melainkan dipanggil untuk menghadap rektor.

“Bukan ditarik sama satpam, Sekjem BEM itu dipanggil untuk menghadap Pak Rektor. Ndak ada upaya paksa,” ujarnya melalui sambungan telepon. (sat)

iklanbebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online