Kapolres Mataram Ancam Tembak di Tempat Pelaku Begal

383
Pelaku pencurian angkot ditembak Team Resmob 701 Reskrim Polres Mataram. (ist/hariannusa.com)

HarianNusa.com, Mataram – Maraknya kejahatan 3C (curas, curat, curanmor) membuat Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK geram. Ia dengan tegas mengatakan akan menembak di tempat bagi pelaku 3C khususnya begal yang kedapatan menjalankan aksinya.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres saat gelar ekspos kasus pencurian sebuah angkot kuning di Mataram dengan cara menganiaya sopirnya.

“Saya ingatkan, kita akan tembak di tempat bagi pelaku 3C yang kedapatan beraksi dengan mengancam atau melukai korbannya,” ujarnya, Kamis (14/9).

Mataram sebagai etalase NTB kerap diwarnai aksi kejahatan dengan beragam modus. Namun polisi tidak patah semangat untuk terus memburu pelaku. Belum lama ini sopir angkot di Mataram dianiaya pelaku pencurian dan mengambil angkot miliknya.

Polisi kemudian memburu pelaku dan menembaknya. Pelaku yang diketahui bernama Marjuki alias Juki (43) asal Praya, Lombok Tengah (Loteng) berpura-pura sebagai penumpang angkot pada Jumat (1/9). Ia kemudian merampas angkot korban dengan terlebih dahulu menganiaya korbannya. Team Resmob 701 Reskrim Polres Mataram kemudian melumpuhkan pelaku yang mencoba melarikan diri.

Pelaku meminta korban untuk diantar ke daerah Babakan. Usai dari Babakan, pelaku menyuruh korban mengantar ke daerah Batunyala, Loteng. Tidak lama kemudian pelaku meminta korban mengatarnya ke Tembelok.

“Sampai di TKP (Tembelok), pelaku menyuruh korban berhenti dengan alasan ingin buang air kecil. Saat pelaku turun, korban juga turun buang air kecil. Pelaku memanggil korban untuk menyerahkan uang transport. Saat itu pelaku menganiaya korban,” ungkapnya.

Marjuki memukul kening sebelah kiri korban yang diketahui bernama Wardi (35) asal Lingkungan Taliwang, Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

“Kemudian pelaku mencekik leher korban dan menenggelamkan kepala korban di kali sambil menginjak perut dan paha korban,” pungkasnya.

Hal inilah yang menginisiasikan polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Tembak di tempat dianggap sebagai solusi ampuh untuk menekan kejahatan konvensional tersebut. (sat)

iklanMaulid Fraksi PKS 2017