Jalin Perdamaian, Warga Asak dan Peresak Gotong Royong

57
Warga Lingkungan Peresak dan Asak bersama TNI/Polri menggelar gotong royong. (dok. istimewa)

HarianNusa.com, Mataram – Lingkungan Asak dan Peresak di Kelurahan Pagutan, Kota Mataram akhirnya berdamai, Jumat (29/9). Dua lingkungan tersebut sebelumnya terlibat konflik yang memanas. Namun kini bendera perdamaian resmi berkibar.

Dua kelompok warga berdamai dan kembali bergandengan tangan. Mereka sadar bahwa konflik tidak selamanya menguntungkan mereka. Perdamaian tersebut ditandai dengan gotong royong membersihkan dua lingkungan maupun membersihkan sisa bentrokan yang berlangsung selama tiga hari kemarin.

Dua kelompok warga bersama personel Polri/TNI menggelar kerja bakti. Sepanjang jalan dua lingkungan dibersihkan. Selokan di sekitar lingkungan turut dibersihkan warga. Keharmonisan terjalin saat kerja bakti. Bahkan guyonan terus mewarnai sepanjang aktivitas gotong royong. Tampak seperti tidak pernah ada konflik yang terjadi.

Wakil Walikota Mataram bersama TNI, Polri dan juga elemen masyarakat lainnya berhasil memediasikan kedua kelompok warga tersebut. Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK mengatakan kerja bakti antara dua kelompok warga yang pernah terlibat konflik untuk meredakan ketegangan dan menjalin perdamaian.

“Ini untuk meredakan ketegangan yang selama beberapa hari terakhir terjadi di dua lingkungan. Dengan adanya gotong royong kemarin mencairkan suasana,” ujarnya Sabtu (30/9).

“Antusias dua masyarakat sangat luar biasa, karena mungkin selama ini sudah lelah dengan ketegangan. Karena sebenarnya antara dua lingkungan itu juga ada saling ketergantungan. Di mana dari Lingkungan Asak banyak pegawainya dari Lingkungan Peresak, begitu juga sebaliknya,” sambungnya.

Kapolres Mataram memberikan apresiasi atas kekompakan dua lingkungan tersebut dalam kembali menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Ini suatu apresiasi yang saya berikan bagi seluruh masyarakat, dan ini hendaknya tetap dipertahankan sampai selamanya,” katanya.

Polres Mataram dalam waktu dekat akan membentuk pos terpadu di perbatasan dua lingkungan tersebut. Nantinya pos tersebut akan digunakan oleh warga dua lingkungan sebagai sarana interaksi melalui kegiatan semisal ronda malam.

“Nanti akan digunakan sebagai sarana interaksi keduabelah pihak. Di situ nanti patroli gabungan, ronda bareng dua lingkungan supaya ada interaksi dua belah pihak,” jelasnya. (sat)