fbpx
23 C
Mataram
Kamis, Oktober 1, 2020
Update Covid-19 Indonesia
287,008
Total Kasus
Updated on 01/10/2020 1:02 am
Beranda Headline Bawa Prekonomian Indonesia Meningkat, Gus Dur Layak Jadi Bapak Keadilan Sosial

Bawa Prekonomian Indonesia Meningkat, Gus Dur Layak Jadi Bapak Keadilan Sosial

- Advertisement -Cloud Hosting Indonesia
- Advertisement -

HarianNusa.com, Mataram – West Nusa Tenggara Development Center (WNTDC), Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), PKC PMII NTB, dan M16 menggelar diskusi publik dengan tema “Belajar dari Model Ekonomi Gusdur” yang diikuti puluhan aktivis dan mahasiswa bersama wartawan dari berbagai media, di Mataram, Sabtu (25/11/2017).

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan diskusi publik Direktur Wahid Institute Yenni Wahid, Direktur Lingkar Survey Perjuangan Gede Sandra yang juga merupakan Tim Ekonomi pada Kabinet Gus Dur tahun 1999-2001.

Direktur M 16 Bambang Mei atau akrap disapa Didu dalam pengantar diskusi publik mengemukakan bahwa diskusi ini dihajatkan untuk mengingat kembali kesuksesan Presiden Gusdur terutama dalam membangkitkan prekonimian bangsa yang saat itu terpuruk akibat peralihan kekuasaan.

- Advertisement -

Sementara Direktur Lingkar Survey Perjuangan, Gede Sandra, dalam paparannya menyebutkan bahwa pemerintahan Gusdur meski sangat singkat yakni 21 bulan, tapi mampu sukses membangun pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan lima tangga kemajuan yaitu adanya pertumbuhan ekonomi, dan piutang berkurang, distribusi pendapatan, gini ratio rendah, kohesi sosial semakin kuat.

Dikatakan Gede Sandra, bahwa Gus Dur menerima warisan prekonomian dari Presiden sebelumnya Habibie dalam kondisi “growth” masih minus 3 persen pada September 1999. Namun ketika diukur lagi di akhir tahun 1999 atau tiga bulan sejak tim ekonomi Gus Dur bekerja, pertumbuhan ekonomi sudah di level 0,7 persen atau melompat 3,7 persen.

Sementara lanjut Gede, dalam kurun waktu setahun berikutnya di tahun 2000 prekonomian Indonesia kembali berhasil tumbuh ke level 4,9 persen atau melompat 4,2 persen.

“Sedang di tahun 2001, meskipun Gus Dur dimakzulkan di pertengahan tahun akibat krisis politik tersebut, rata-rata “growth” di akhir tahun masih level 3,6 persen, ” katanya.

Selain itu yang istimewa kata Gede Sandra ialah dua kali lompatan growth tersebut dilakukan tim ekonomi Gusdur dengan sambil mengurangi beban utang. Sebuah kondisi yang menurutnya pasti sulit dilakukan tim ekonomi kabinet-kabinet setelah atau sebelum Gus Dur.

“Kurang dari dua tahun Gus Dur bisa membawa gini ratio Indonesia terendah sepanjang 50 tahun terakhir terjadi di akhir era Gus Dur yaitu sebesar 0,31. Gus Dur yang mampu memberikan contoh implementasi dari sila kelima, maka beliau layak disebut bapak Keadilan Sosial,” ungkapnya.

Disebutkan Gede Sandra, salah satu rahasia keberhasilan tim ekonomi Gus Dur sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat yakni menolak resep IMF Bank Dunia yang menganjurkan dilakukannya pengetatan anggaran. Sebaliknya, yang ditawarkan oleh tim ekonomi Gus Dur adalah growth story atau strategi pertumbuhan.

Selanjutnya, tim ekonomi Gus Dur piawai dalam melakukan optimum debt managament dan mampu menjaga harga beras stabil di level rendah sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat bawah perkotaan terus terjaga.

“Kesejahteraan petani di pedesaan juga terjaga karena Bulog melakukan pembelian gabah, bukan membeli beras. Inilah alasan mengapa ketimpangan pendapatan paling rendah di era ini,” tukasnya.

Direktur Wahid Institute, Yenni Wahid, menilai keberhasilan Gus Dur dilihat dari data yang tidak bisa dipungkiri. Semua berkat kerjasama tim ekonomi di bawah Rizal Ramli. Namun demikian, tanpa adanya political will dari pimpinan saat itu tidak akan bisa tim ekonomi bekerja.

“Data ini bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yenni.

Semua keberhasilan ekonomi Gus Dur memang kembali ke semangat Gus Dur dengan landasan filosofisnya bahwa pertumbuhan harus berjalan dengan pemerataan ekonomi. Atau adanya “growth” yang berkualitas.

“itu jadi landasan dasar pembangunan ekonomi Gus Dur. Tanpa pemerataan akan tercipta kesenjangan sosial tinggi yang berakibat pada adanya konflik sosial, “ungkapnya .

Keberhasilan Tim perekonomian Gus Dur yang diketuai DR. Rizal Ramli dinilai tidak luput dari pengetahuannya menempatkan orang yang tepat dalam menduduki posisi yang sesuai dengan keahlian. (f3)

- Advertisement -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Berita Populer Pekan Ini

Ini Cara Mitigasi saat Gempa Bumi

HarianNusa.com - Indonesia berada pada cincin api Pasifik, sehingga potensi gempa bumi dan bencana alam lainnya selalu ada. Menghadapi ancaman bencana alam, mitigasi bencana...

Jarot Ingin Sumbawa Maju

HarianNusa.com, Sumbawa - Pesta demokrasi di Kabupaten Sumbawa akan digelar September tahun 2020i ini. Tana Samawa sudah mulai menghangat. Calon pemimpin masa depan Kabupaten...

Pemilik Bisnis Judi Togel Online Omzet Miliaran Rupiah Kini Berakhir di Jeruji Besi

HarianNusa.com, Mataram - Bisnis judi online yang dilakukan pria berinisial MAP (38 tahun) harus berakhir di jeruji penjara Polresta Mataram. Ia dibekuk oleh Tim...

BPKH dan DT Peduli Berikan Ambulance Gratis untuk Ponpes Darul Iman di KLU

HarianNusa.Com - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhid (DT) Peduli bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu...
- Advertisment -Cloud Hosting Indonesia