fbpx
23.7 C
Mataram
Jumat, Maret 22, 2019

Aksi Arogan, Kakanmenag Loteng Usir Wartawan dengan Pengeras Suara

- Advertisement -

HarianNusa.com, Lombok Tengah – Aksi arogan diperlihatkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Lombok Tengah H. Iskandar. Dia mengusir wartawan dengan pengeras suara saat acara sosialisasi produk hukum yang dilakukan Kejaksaan dan Kemenag, Kamis (12/04) di MTsN 1 Lombok Tengah.

Saat akan masuk ke tempat acara, wartawan Radar Mandalika, Muh Hafizudin, diusir oleh Kakanmenag menggunakan pengeras suara sambil menunjuk korban. Tindakan kurang bersahabat itu kemudian memicu kemarahan wartawan lainnya. Sayangnya, saat mendatangi Kantor Kemenag, wartawan hanya ditemui Kasubag Tata Usaha, L Asy’ari. Berhubung Kakanmenag Lombok Tengah sedang berada di luar negeri.

Perwakilan wartawan dari Forum Wartawan Lombok Tengah (FWLT), Agus Wahaji, mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut. Menurut dia, tindakan Kakanmenag sama dengan menghalangi tugas jurnalis. Sesuai  Undang-Undang Pers, yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi kurungan 5 tahun atau denda Rp 500 juta.

Dengan keterbukaan informasi saat ini, Kakanmenag sebagai seorang pejabat publik seharusnya memberikan akses kepada awak media untuk meliput berbagai kegiatan di instansinya. Terlebih sosialisasi produk hukum yang digelar tersebut merupakan kegiatan terbuka untuk wartawan.

- Advertisement -

Apalagi tuan rumah kegiatan adalah Kementerian Agama yang seharusnya mengedepankan etika dan sopan santun. “Kalau memang tidak mau diliput, tinggal panggil satpam dan minta keluar dengan baik-baik. Bukan malah mengusir dengan gaya preman seperti ini,” keluhnya.

Dia berharap  persoalan ini segera disikapi. Jangan sampai kejadian ini merusak hubungan Kemenag dengan wartawan yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Sehingga, pihaknya mendesak Kakanmenag minta maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan. Jika tidak, pihaknya mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Pihaknya juga akan menggelar aksi besar-besaran bersama seluruh wartawan di NTB.

“Kalau tidak mau minta maaf, kami minta Kanwil Kemenag NTB segera mencopot Kakanmenag Lombok Tengah,” tegas Agus.

Sebelumnya, pengusiran atau penghalangan tugas jurnalistik juga sempat dialami wartawan Radar Mandalika lainnya,  M Iqbal Hidayat.  Dijelaskan, saat itu Iqbal ingin melakukan konfirmasi terkait pemberitaan kepada Kakanmenag. Namun, bukan jawaban yang didapat, melainkan pengusiran.

“Sekalipun media tidak meliput, Kemenag tetap akan menjadi Kemenag. Bahkan di hadapan saya, dia juga bilang percuma kita baca koran, hanya menghabiskan anggaran saja. Nanti, madrasah juga akan saya suruh berhenti berlangganan,” cerita Iqbal.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Tata Usaha Kemenag Lombok Tengah, L Asy’ari membenarkan insiden tersebut. Pihaknya yakin hal itu, karena kekhilafan Kakanmenag yang saat itu sedang kesal dengan kinerja beberapa kepala sekolah. Akhirnya, wartawan yang sebenarnya tidak tahu duduk persoalan menjadi korban pelampiasan amarahnya.

Dia berjanji akan menyampaikan tuntutan para wartawan kepada yang bersangkutan sepulang dari tanah suci. Dia juga akan mengupayakan kedua belah pihak dapat bertemu dan mendiskusikan persoalan ini dengan cara kekeluargaan. Terlepas dari semua itu, pihaknya berharap agar persoalan ini tidak berlanjut. “Wartawan adalah mitra kita. Jadi, kami mohon maaf jika ada kesalahan,” tuturnya. (sat)

Komentar

- Advertisement -

Berita Lainnya

Hari Ini, Jokowi Datang ke Lombok Lagi

HarianNusa.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berencana akan mengunjungi Lombok pada Jumat,...

KPK Bersama KPU NTB Gelar Bimtek LHKPN Bagi Parpol

HarianNusa.Com - Direktorat PP LHKPN Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI bekerjasama dengan KPU Provinsi NTB...

Imigrasi Mataram Deportasi 8 WNA

HarianNusa.Com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mendeportasi 8 WN Amerika Serikat (AS) yang...

Rumah Warga Akan “Disulap” Jadi Homestay Saat MotoGP Lombok

HarianNusa.com - Pergelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah pada 2021, tidak hanya menjadi penambah...

Share Berita ini

Paling Populer

Antisipasi Ada ‘Nyongkolan’ saat MotoGP, Pemerintah Bangun Bypass

HarianNusa.com - Pemerintah Indonesia tampaknya mempersiapkan dengan matang pergelaran MotoGP 2021 yang digelar di Sirkuit...

Diduga Terlibat Edarkan Narkoba, Oknum Polisi di Lombok Dituntut 13 Tahun

HarianNusa.com - Seorang oknum polisi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dituntut 13 tahun penjara oleh...

Pembebasan Lahan akan Dilakukan Jelang MotoGP di Lombok

HarianNusa.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan Rp1,2 triliun...

Berita Terbaru

Hari Ini, Jokowi Datang ke Lombok Lagi

HarianNusa.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berencana akan mengunjungi Lombok pada Jumat,...

KPK Bersama KPU NTB Gelar Bimtek LHKPN Bagi Parpol

HarianNusa.Com - Direktorat PP LHKPN Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI bekerjasama dengan KPU Provinsi NTB...

Imigrasi Mataram Deportasi 8 WNA

HarianNusa.Com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram mendeportasi 8 WN Amerika Serikat (AS) yang...

Rumah Warga Akan “Disulap” Jadi Homestay Saat MotoGP Lombok

HarianNusa.com - Pergelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah pada 2021, tidak hanya menjadi penambah...

Share Berita ini

Komentar